Viral Kasus PIC KOL yang Rendahkan Konten Kreator, Pihak Eiger Sampaikan Maaf dan Ambil Tindakan Tegas

Rabu 11 Feb 2026, 12:11 WIB
Setelah kasus PIC KOL Vito Dery yang viral, Eiger secara resmi menyampaikan permintaan maaf dan langkah tegas. (Sumber: X/@bloomincx)

Setelah kasus PIC KOL Vito Dery yang viral, Eiger secara resmi menyampaikan permintaan maaf dan langkah tegas. (Sumber: X/@bloomincx)

POSKOTA.CO.ID - Kasus viral yang tengah ramai di media sosial X terkait komunikasi tidak profesional antara perwakilan brand lokal besar dan konten kreator tengah ramai diperbincangkan publik.

Seorang Person In Charge Key Opinion Leader (PIC KOL) yang bekerja untuk Eiger Indonesia menjadi sorotan setelah percakapannya dengan seorang micro influencer viral di media sosial.

Peristiwa ini menjadi sorotan soal etika kerja sama antara brand dan konten kreator, terutama dalam promosi produk yang melibatkan skema barter maupun kolaborasi non-berbayar.

Banyak warganet menilai cara komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan kualitas hubungan profesional di industri kreatif.

Baca Juga: Eiger Indonesia Resmi Pecat PIC KOL Vito Dery Buntut Kasus Rendahkan Konten Kreator

Viralnya tangkapan layar percakapan tersebut kemudian mendorong rasa penasaran publik terhadap kronologi kejadian dan sosok yang terlibat.

Dari sinilah perbincangan berkembang menjadi isu yang lebih besar, menyentuh aspek profesionalisme, penghargaan terhadap kreator, serta citra brand di era media sosial.

Awal Mula Dugaan Perendahan Konten Kreator

Percakapan viral PIC KOL Eiger kepada konten kreator setelah dinilai merendahkan kreator. (Sumber: X/@kforkinsley)

Kisah ini mencuat setelah sebuah unggahan dari akun X @kforkinsley pada, 10 Februari 2026 memperlihatkan tangkapan layar percakapan antara konten kreator dan oknum PIC KOL. Dalam unggahan tersebut, kreator merasa diperlakukan tidak profesional setelah menolak permintaan revisi konten.

"Mau jual sendal ini deh soalnya abis direndahin sama PIC-nya, mentang-mentang followers cuman 2 ribu," tulisnya dikutip Poskota pada, 11 Februari 2026.

Permasalahan disebut berawal dari kerja sama promosi produk Eiger yang bersifat barter. Kreator telah membuat video ulasan, namun kemudian diminta melakukan revisi. Padahal, menurut kesepakatan awal, tidak ada klausul revisi untuk konten yang sudah diproduksi.

Penolakan revisi ini memicu respons yang dinilai merendahkan dari pihak PIC KOL. "Ini kakaknya juga followers masih 2k, masih micro kita bisa bayar. Kalau kakaknya emang top kita baru maklum, ini masih micro, kok gak mau diminta revisi," ucapnya.

Percakapan tersebut kemudian menyebar luas dan menuai kritik dari warganet yang menilai komunikasi tersebut tidak pantas.

Kronologi Kerja Sama dengan Kreator TikTok

Kasus ini juga dikaitkan dengan kreator TikTok bernama Dibanyasibi. Ia sebelumnya membuat ulasan produk sandal outdoor Eiger yang menarik perhatian pihak brand. Selanjutnya, ia menerima produk tas untuk diulas dalam skema barter promosi, bukan kerja sama berbayar.

Masalah muncul ketika oknum PIC meminta revisi hingga penurunan video. Kreator menolak karena merasa permintaan tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Aku bilang oke untuk drafting, tapi aku nggak revisi karena ini bukan paid. Setelah itu langsung di-ulti,” tulis akun tersebut, mengutip penjelasan Dibanyasibi.

Kreator juga mengaku menerima pesan bernada merendahkan terkait jumlah pengikutnya.

“Followers masih 2K tapi udah sombong menolak revisi. Gimana kalau followers 1 juta,” tulis pesan tersebut.

Unggahan ini memicu reaksi luas dari komunitas kreator yang menyoroti pentingnya kesetaraan dan profesionalisme dalam kerja sama brand.

Dugaan Identitas PIC KOL yang Viral

Seiring viralnya kasus ini, publik mulai mencari tahu sosok PIC KOL Eiger yang dimaksud. Berdasarkan unggahan akun X @aseulren pada tanggal yang sama, sosok tersebut diduga adalah pria bernama Vito Dery Alvi Silalahi.

"Inikah? Search nama yang disensor kebetulan sesuai nama PT dan posisi job," ujarnya.

Vito Derry Alvi Silalahi diketahui memiliki riwayat pekerjaan di bidang digital marketing dan periklanan. Ia disebut pernah menjabat berbagai posisi terkait performa iklan dan afiliasi di PT Eigerindo Multi Produk Industri.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf dari Eiger

Eiger merilis pernyataan resmi dan permohonan maaf atas kasus PIC KOL yang dinilai rendahkan konten kreator. (Sumber: Instagram/@eigeradventurestore.id)

Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, pihak Eiger melalui akun Instagram resmi @eigeradventurestore.id menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka pada 10 Februari 2026.

“Eigerindo MPI sebagai distributor resmi EIGER Adventure menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada mitra KOL kami atas kejadian yang dialami,” tulis pihak Eiger.

Perusahaan juga menyatakan telah mengambil tindakan internal terhadap oknum yang terlibat.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, per hari ini PIC KOL yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari kami,” lanjut pernyataan tersebut.

Eiger menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan profesional dengan para kreator dan mitra bisnis. Kasus ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana komunikasi dalam kerja sama digital dapat berdampak besar terhadap reputasi brand.

Di era media sosial, transparansi, kesepakatan yang jelas, serta penghargaan terhadap kreator dinilai sebagai fondasi utama kolaborasi yang sehat.

Perbincangan yang muncul menunjukkan bahwa publik kini semakin kritis terhadap cara brand memperlakukan micro influencer, sekaligus mendorong standar profesional yang lebih tinggi di industri kreatif digital.


Berita Terkait


News Update