Hingga memasuki pekan terakhir liga sebelum jeda internasional, Teja telah mencatat 12 clean sheet dan hanya kebobolan delapan kali. Statistik tersebut tidak hanya menempatkannya sebagai kiper lokal terbaik musim ini, tetapi juga bersaing dengan beberapa kiper asing dalam hal stabilitas performa.
Kesuksesan Teja tidak datang secara instan. Ia mengakui bahwa proses panjang selama bertahan di Persib sangat berperan dalam peningkatan kualitasnya.
“Persaingan dua tahun yang lalu dengan Kevin (Mendoza) sangat membantu. Saya banyak belajar dari dia. Banyak hal positif yang saya ambil,” ungkap Teja.
Kesempatan Emas Setelah Cedera Przybek
Setelah Kevin Ray Mendoza hijrah ke Liga Thailand, Persib sempat mendatangkan kiper asal Wales, Adam Przybek, untuk musim ini. Namun cedera Przybek di awal kompetisi membuka jalan bagi Teja untuk kembali mengisi posisi kiper utama.
Teja menyebut bahwa kesempatan ini bukan datang begitu saja, tetapi merupakan hasil kerja keras dan proses panjangnya di dalam skuad.
“Saya tentu senang karena mendapatkan kesempatan bermain lagi. Itu tidak mudah, apalagi banyak kiper asing datang ke Indonesia. Saya berusaha menunjukkan yang terbaik,” tambahnya.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Ratchaburi FC vs Persib Bandung di AFC Champions League 2025/2026
Persib Incar Hasil Maksimal Sebelum Leg Kedua di Bandung
Duel melawan Ratchaburi menjadi momentum penting bagi Persib sebelum menghadapi leg kedua di Bandung. Hasil positif di Thailand akan sangat berarti untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di ACL 2.
Bojan Hodak diperkirakan akan mempertahankan struktur permainan kolektif yang selama ini membawa hasil positif. Fokus pada transisi cepat, efisiensi penyelesaian akhir, dan soliditas pertahanan akan menjadi kunci menghadapi agresivitas klub Thailand tersebut.
Persib juga mengincar keuntungan strategis, mengingat dukungan penuh Bobotoh akan sangat besar saat leg kedua digelar di Indonesia. Modal skor tandang bisa menjadi pembeda dalam perjalanan mereka di kompetisi Asia tahun ini.
