POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung bersiap melanjutkan performa impresif mereka di kompetisi domestik menuju panggung Asia. Maung Bandung akan menghadapi tuan rumah Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26, yang berlangsung di Stadion Ratchaburi, Thailand, Rabu, 11 Februari 2026.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi skuad asuhan Bojan Hodak yang sedang berada dalam kondisi performa terbaik. Setelah melaju meyakinkan di fase grup, Persib menatap duel di Thailand sebagai kesempatan untuk mencuri poin dan membuka jalan menuju perempat final.
Modal Kuat dari 4 Kemenangan Beruntun
Persib datang ke Thailand dengan kepercayaan diri tinggi. Dalam empat laga terakhir di BRI Super League 2025/26, mereka mencatat empat kemenangan beruntun atas Persija Jakarta, PSBS Biak, Persis Solo, dan Malut United FC.
Performa solid tersebut tidak hanya menunjukkan ketajaman sektor penyerangan, tetapi juga konsistensi lini pertahanan. Di bawah arahan Hodak, Persib tampil disiplin, minim kesalahan, dan mampu mempertahankan ritme permainan sepanjang 90 menit.
Salah satu aspek yang paling menonjol ialah catatan nirbobol yang terus bertambah sebuah indikasi bahwa fondasi pertahanan Persib semakin matang jelang laga penting di level Asia.
Teja Paku Alam Ingatkan Tantangan Berat di Level Asia
Kiper utama Persib Bandung, Teja Paku Alam, menjadi salah satu sosok krusial di balik stabilnya performa tim. Menghadapi Ratchaburi, Teja menegaskan bahwa pertandingan di kompetisi Asia tidak akan berjalan mudah.
“Pertandingan tentunya tidak akan mudah untuk kami. Kami melaju sampai pertandingan 16 besar ini tidak mudah juga,” ujar Teja dikutip laman resmi I-League.
“Kami akan memaksimalkan kesempatan dan semoga membawa poin saat pulang ke Indonesia.”
Menurut Teja, pengalaman bermain di kancah domestik tidak bisa disamakan dengan tekanan dan intensitas duel antarklub Asia. Namun ia tetap optimistis bahwa tren positif Persib dapat menular ke kompetisi kontinental.
Menonjol di Tengah Maraknya Kiper Asing di Liga Indonesia
Performa Teja musim ini menjadi salah satu yang paling disorot publik. Ketika banyak klub Liga Indonesia memilih mendatangkan kiper asing, penjaga gawang berusia 31 tahun itu justru mampu tampil konsisten dan menunjukkan kualitasnya sebagai kiper lokal top.
