Selain itu, waktu sahur juga menjadi momen mustajab untuk berdoa dan berdzikir, karena dilakukan di sepertiga malam terakhir menjelang fajar.
Ustadz Adi Hidayat turut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan, perbedaan antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab terletak pada sahur.
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai pembeda dan identitas tersendiri bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Meski demikian, UAH menegaskan, hadis tersebut berbicara tentang keutamaan, bukan keabsahan puasa.
Dengan kata lain, sahur memperindah dan menyempurnakan puasa, tetapi bukan penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut.
