Penugasan di ibu kota semakin mengasah kemampuannya dalam menghadapi dinamika informasi yang bergerak cepat di tengah masyarakat perkotaan.
Selanjutnya pada Mei 2025, ia dipercaya menjabat Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Deddy Kusuma Bakti.
Tak lama kemudian, tepatnya pada 5 Agustus 2025, ia dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya menggantikan Brigjen Djati Wiyoto Abadhy yang dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Baca Juga: Nurmaya dan Rumah Cinta di Samping Rel
Sebagai Wakapolda Metro Jaya, Dekananto kerap menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan insan pers. Ia menilai peran media semakin krusial di tengah perkembangan teknologi yang membuat siapa pun dapat menyebarkan informasi secara instan melalui media sosial.
“Akun di media sosial begitu cepatnya, begitu cepatnya dia di jalan-jalan langsung videokan, langsung diviralkan di kanal-kanal media sosial,” ujar Dekananto.
Menurut Dekananto, kondisi tersebut menuntut kepolisian, khususnya jajaran Humas, untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat sekaligus berimbang agar masyarakat tidak hanya bergantung pada konten yang belum tentu terverifikasi. Ia juga mendorong media untuk beradaptasi dengan perkembangan platform digital.
“Media online perlu menyikapi cepatnya arus informasi di TikTok, bahkan mempertimbangkan memiliki akun sendiri agar tidak kalah cepat, mengingat algoritma medsos saat ini didominasi TikTok,” kata Dekananto.
Dengan pengalaman panjang di bidang intelijen, Dekananto dikenal sebagai Wakapolda yang memiliki perhatian besar terhadap peran pers. Ia dinilai memahami pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan media untuk menjaga kualitas informasi publik sekaligus stabilitas keamanan di tengah perubahan era digital. (man)
