Ayat Tentang Perintah Zakat Fitrah serta Hikmah di Baliknya, Dibayarkan Awal Ramadhan?

Rabu 11 Feb 2026, 12:36 WIB
Ilustrasi. Ayat tentang perintah zakat fitrah (Sumber: Pinterest/grammeri3)

Ilustrasi. Ayat tentang perintah zakat fitrah (Sumber: Pinterest/grammeri3)

POSKOTA.CO.ID - Zakat fitrah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim menjelang Hari Raya IdulFitri.

Meski istilah zakat fitrah tidak tertulis secara langsung di dalam Al-Qur’an, dasar hukumnya sangat kuat karena termasuk dalam perintah umum mengenai zakat dan penyucian diri.

Al-Qur’an memberikan prinsip utamanya, sementara tata cara serta ketentuan rinci diperjelas melalui sunnah Rasulullah SAW.

Dilansir dari laman rezmi rumahzakat pada Rabu, 11 Februari 2026. Inilah yang membuat zakat fitrah memiliki kedudukan kokoh dalam syariat.

Baca Juga: 8 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Ajaran Islam

Ayat Al-Qur’an yang Menjadi Dasar Zakat Fitrah

Ilustrasi. Zakat fitrah (Sumber: Pinterest/alhidayatkarpetmasjid)
  1. QS. Al-Baqarah Ayat 43

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”

Ayat ini sering dijadikan fondasi utama kewajiban zakat. Perintah tersebut bersifat umum dan mencakup seluruh bentuk zakat, termasuk zakat fitrah yang ditunaikan pada akhir Ramadhan sebagai penyempurna ibadah puasa.

  1. QS. At-Taubah Ayat 103

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Makna penting dari ayat ini terletak pada fungsi zakat sebagai sarana pembersihan jiwa. Dalam konteks zakat fitrah, ia menjadi penutup kekurangan yang mungkin terjadi selama seseorang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Asam Lambung dan Maag Kambuh Saat Puasa? Dokter Zaidul Akbar Beberkan Solusi Amannya

Zakat bukan hanya berdimensi sosial, tetapi juga spiritual.

  1. QS. Al-A’la Ayat 14-15

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri, dan dia mengingat nama Tuhannya lalu melaksanakan salat.”

Sejumlah ulama tafsir menafsirkan frasa membersihkan diri sebagai isyarat terhadap zakat fitrah. Hal ini karena pelaksanaannya berkaitan erat dengan momen sebelum salat Idulfitri, sebagai penyempurna ibadah Ramadhan.

Penegasan Zakat Fitrah dalam Hadis Nabi

Penjelasan paling rinci mengenai zakat fitrah terdapat dalam hadis Rasulullah SAW.

Nabi bersabda bahwa zakat fitrah diwajibkan sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada kaum miskin.

Dari hadis tersebut, para ulama menyimpulkan dua tujuan utama zakat fitrah: menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya.

Kapan Zakat Fitrah Harus Ditunaikan?

Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadhan.

Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Lengkapnya

Namun, batas akhir penunaiannya adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Membayar tepat waktu memastikan bantuan sampai kepada penerima dan tujuan syariat untuk berbagi kebahagiaan dapat terwujud secara maksimal.

Walaupun istilah zakat fitrah tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur’an, ayat-ayat tentang perintah zakat dan penyucian jiwa menjadi landasan hukumnya.

Sunnah Nabi Muhammad SAW kemudian hadir memberi rincian teknis pelaksanaannya.

Dengan demikian, zakat fitrah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata solidaritas dan kasih sayang agar kemenangan Idulfitri dapat dirasakan seluruh umat.


Berita Terkait


News Update