“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri, dan dia mengingat nama Tuhannya lalu melaksanakan salat.”
Sejumlah ulama tafsir menafsirkan frasa membersihkan diri sebagai isyarat terhadap zakat fitrah. Hal ini karena pelaksanaannya berkaitan erat dengan momen sebelum salat Idulfitri, sebagai penyempurna ibadah Ramadhan.
Penegasan Zakat Fitrah dalam Hadis Nabi
Penjelasan paling rinci mengenai zakat fitrah terdapat dalam hadis Rasulullah SAW.
Nabi bersabda bahwa zakat fitrah diwajibkan sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada kaum miskin.
Dari hadis tersebut, para ulama menyimpulkan dua tujuan utama zakat fitrah: menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya.
Kapan Zakat Fitrah Harus Ditunaikan?
Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadhan.
Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Lengkapnya
Namun, batas akhir penunaiannya adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Membayar tepat waktu memastikan bantuan sampai kepada penerima dan tujuan syariat untuk berbagi kebahagiaan dapat terwujud secara maksimal.
Walaupun istilah zakat fitrah tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur’an, ayat-ayat tentang perintah zakat dan penyucian jiwa menjadi landasan hukumnya.
Sunnah Nabi Muhammad SAW kemudian hadir memberi rincian teknis pelaksanaannya.
Dengan demikian, zakat fitrah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata solidaritas dan kasih sayang agar kemenangan Idulfitri dapat dirasakan seluruh umat.
