Siapa Lula Kamal? Dokter dan Artis yang Kini Mengemban Amanah sebagai Dewas BPJS 2026–2031

Selasa 10 Feb 2026, 15:49 WIB
Salah satu tokoh yang terpilih adalah dokter dan artis Lula Kamal. (Sumber: Wilkipedia)

Salah satu tokoh yang terpilih adalah dokter dan artis Lula Kamal. (Sumber: Wilkipedia)

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan:

  • Deddy Hardianto – Unsur pekerja
  • Ujang Romli – Unsur pekerja
  • Abdurrahman Lahabato – Unsur pemberi kerja
  • Sumarjono Saragi – Unsur pemberi kerja
  • Alif Nurianto Rahman – Unsur tokoh masyarakat

Penetapan ini menempatkan sepuluh figur dari berbagai latar belakang, termasuk pekerja, pemberi kerja, serta tokoh masyarakat, guna memastikan pengawasan yang seimbang dan berorientasi pada kepentingan publik.

Salah satu sosok yang menarik perhatian publik adalah dokter sekaligus artis Lula Kamal, yang terpilih sebagai anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Rute Mudik Gratis Lebaran 2026 Kemenhub ke Mana Saja? Ini Tujuan dan Cara Daftarnya

Profil dan Rekam Jejak Lula Kamal

Lula Kamal lahir di Jakarta pada 10 April 1970. Ia merupakan putri pasangan Kamal Muhammad dan Alwiyah Bawazier. Latar belakang pendidikannya kuat di bidang kesehatan. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga meraih gelar Master of Science dari King’s College London, Inggris.

Selain berprofesi sebagai dokter, Lula Kamal juga dikenal luas sebagai figur publik. Ia mulai dikenal setelah mengikuti ajang Abang None Jakarta 1990 dan meraih predikat None Jakarta.

Kariernya berkembang di dunia hiburan melalui berbagai program televisi, seperti Buah Bibir (RCTI) dan Alternatif (ANTV). Ia juga aktif sebagai penyiar radio di Delta FM dan Trijaya FM.

Pada 2006, Lula memulai debut aktingnya melalui film Berbagi Suami, yang semakin menguatkan posisinya sebagai publik figur yang multitalenta.

Selain dunia medis dan entertainment, Lula kerap terlibat dalam kegiatan sosial serta kampanye kesehatan publik, sehingga dianggap memenuhi kriteria tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas dalam pengawasan program jaminan kesehatan nasional.

Dengan ditetapkannya anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang baru, pemerintah dan DPR berharap tata kelola BPJS semakin baik. Tantangan besar seperti peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, perluasan kepesertaan, digitalisasi layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja menjadi fokus utama periode kerja 2026–2031.


Berita Terkait


News Update