Pramono Minta Warga Tak Panic Buying, Stok Pangan Jakarta Dipastikan Aman Jelang Ramadhan

Selasa 10 Feb 2026, 18:29 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

"Ketersediaan pangan untuk Ramadan dan juga Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya, apakah itu Imlek atau Nyepi dan sebagainya Jakarta dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk itu," ucap dia. 

Sementara itu, Pramono memastikan subsidi pangan mayoritas saat ini dalam kondisi relatif terkendali.

"Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik," ujar Pramono. 

Baca Juga: 20 Link Download Poster Ramadhan 2026 Kreatif dan Keren, Cocok Diunggah ke Media Sosial

Ia menyampaikan, Pemprov DKI juga akan terus melakukan kegiatan pasar murah di sejumlah wilayah Jakarta.

"Kami juga menyetujui bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pasar murah untuk melakukan intervensi kalau memang kemudian ada gejolak di pasar, kami setuju untuk bisa dilakukan di Jakarta," kata dia. 

Kendati demikian, Pramono turut menyoroti kenaikan sejumlah komoditas yakni minyak dan cabe yang memang kerap terjadi setiap ramadhan. 

"Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Jadi dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan, salah satu inflasi yang ada adalah minyak dan cabai. Tapi kali ini kami juga mempersiapkan untuk itu," ujarnya. 

Pramono mengungkapkan, pihaknya juga alam melakukan urban farming dengan menanam cabai. 

"Termasuk walaupun Jakarta urban farming-nya atau areanya terbatas, kegiatan untuk menanam cabai nanti akan kami galakkan," kata dia. 

Sebagai informasi, saat ini tersedia pangan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 9 Februari 2026 mencakup beras 182.172 ton, daging sapi 1.223,9 ton, daging ayam 4,35 ton, gula 437,4 ton, cabai 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 46 ton, serta minyak goreng 625 ton. (cr-4)


Berita Terkait


News Update