Mahasiswa STIK Polri Bantu Tangani Rumah Terdampak Banjir di Aceh Barat

Selasa 10 Feb 2026, 22:46 WIB
Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 tergabung dalam Sindikat 7 menggelar kegiatan bakti sosial pascabanjir di Aceh Barat. (Sumber: Dok. Istimewa)

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 tergabung dalam Sindikat 7 menggelar kegiatan bakti sosial pascabanjir di Aceh Barat. (Sumber: Dok. Istimewa)

ACEH, POSKOTA.CO.ID - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang tergabung dalam Sindikat 7 menggelar kegiatan bhakti sosial pascabanjir bandang di Desa Kajeun, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat (Pengma) Batalyon Dianmas/Widya Parama Satwika. Selain itu, kegiatan tersebut untuk menguatkan kepedulian sosial serta membentuk karakter humanis mahasiswa STIK sebagai calon perwira Polri.

Sebanyak 20 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan rumah warga yang terdampak banjir bandang. Sasaran utama kegiatan adalah rumah milik Nur Khomari, seorang janda yang tinggal seorang diri.

Banjir bandang di wilayah tersebut meninggalkan lumpur, material kayu, dan sampah di dalam rumah warga, termasuk tempat tinggal Nur. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Pedagang Pakaian Grosiran Pasar Cipulir Mulai Dibanjiri Pesanan

Para mahasiswa melakukan pembersihan lumpur, pengangkatan sisa material banjir, pembersihan perabot rumah tangga, serta penataan lingkungan rumah agar kembali layak huni. Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Selain memberikan bantuan fisik, mahasiswa STIK juga melakukan pendekatan humanis dan empatik kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan moril pascabencana.

Nur berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa STIK yang meringankan beban dalam proses pemulihan pascabanjir.

Respon positif juga disampaikan warga sekitar yang menilai kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan desa.

Baca Juga: Pasar Cipulir Sepi Pengunjung Saat Banjir, Pedagang Pilih Tutup Toko

Bagi mahasiswa STIK, kegiatan bhakti sosial ini menjadi pengalaman lapangan untuk memahami kondisi sosial masyarakat dalam situasi darurat kebencanaan. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran kepolisian tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


Berita Terkait


News Update