Interwoven Tampilkan Puluhan Karya Seni Siswa Binus, dari Beauty Standard hingga Imajinasi Remaja

Senin 09 Feb 2026, 22:48 WIB
Seorang pengunjung mengamati deretan karya seni siswa Binus SCHOOL Simprug yang dipamerkan dalam pameran “Interwoven” di aula lantai 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 9 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Seorang pengunjung mengamati deretan karya seni siswa Binus SCHOOL Simprug yang dipamerkan dalam pameran “Interwoven” di aula lantai 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 9 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Selain berkarya, kata Ricky, anak didiknya juga wajib melakukan riset, analisis karya seniman, serta mendokumentasikan proses dalam portofolio. Penilaian mencakup tiga komponen utama, yakni exhibition, research komparatif, dan dokumentasi eksplorasi karya, sebelum akhirnya dikirim untuk assessment International Baccalaureate (IB) dan menjadi bekal melanjutkan ke universitas sesuai minat.

“Di Binus kita support semua arah minat siswa, mau ke seni, arsitektur, fashion, digital, bahkan bidang lain. Seni itu luas dan sekarang justru sangat dibutuhkan, termasuk di dunia digital dan industri kreatif,” tutur Ricky.

Pameran “Interwoven” ini juga merupakan bagian dari program Journeys di Binus SCHOOL Simprug yang mendukung minat masing-masing siswa. Selain seni, siswa juga bisa memilih journey-nya sendiri, baik itu bisnis, psikologi, medical, hukum, arsitektur dan engineering, sehingga siswa bisa mencapai potensi terbaiknya di masa depan.


Berita Terkait


News Update