POSKOTA.CO.ID - Waktu ada tiga, yakni masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Masa lalu sudah kita lewati, tidak akan kembali lagi, masa sekarang kita jalani, sedangkan masa depan tidak tahu apa yang akan terjadi.
“Tapi untuk agenda politik, kita dapat mengetahui masa yang akan datang. Tahun 2029 misalnya kita tahu akan diselenggarakan pemilu serentak, baik pilpres maupun pileg,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.
“Kita tahu tentang jadwalnya karena pemilu digelar setiap lima tahun sekali. Jika pemilu sebelumnya dilaksanakan 2024, sudah dipastikan pemilu yang akan datang diselenggarakan 2029,” ujar Yudi.
“Iya kita hanya tahu agendanya bahwa pilpres digelar tahun 2029, tapi siapa saja yang akan maju sebagai kandidat capres-cawapres, kita tidak tahu. Berapa jumlah pasangan calon, kita tidak tahu. Begitu juga berapa jumlah parpol peserta pemilu,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Reformasi Tidak Cukup Ganti Pucuk Pimpinan
“Artinya apa yang bakal terjadi pada Pemilu 2029 kita belum tahu. Siapa pemenang pileg, kita belum tahu, begitu juga siapa yang akan menjadi presiden dan wapres, kita pun belum tahu,” ucap Yudi.
“Sering dikatakan terlalu dini membicarakan kandidat capres untuk pemilu mendatang. Masih jauh. Undang-undang pemilunya saja belum terbentuk, kini masih dibahas oleh pemerintah dan DPR,” tutur mas Bro.
“Tapi tanda-tandanya sudah terlihat. Bukankah sudah ada parpol yang secara terbuka mengusulkan dan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dua periode,” papar Heri.
“Kalau tanda-tanda sih memang sudah terlihat. Tak hanya dukungan kepada Prabowo untuk maju lagi pada pemilu mendatang. Ada juga ormas-calon parpol yang sudah mencalonkan Anies Baswedan untuk maju pada pemilu 2029. Mungkin nanti akan muncul lagi nama kandidat lain,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Ruang Publik Acak Adut, Salah Siapa?
“Boleh jadi jumlah kandidat kian banyak, terlebih jika setiap parpol berpeluang mengajukan pasangan capres-cawapres ya,” kata Heri.
