Percakapan itu diduga terjadi dalam konteks panggilan video dan mengesankan adanya komunikasi dengan pihak lain di balik layar.
Cuplikan transkrip yang beredar kemudian memicu perdebatan, karena dianggap memberi “alur cerita” dan memperkuat spekulasi tentang maksud di balik video tersebut.
Meski begitu, isi percakapan yang beredar belum dapat dipastikan keakuratannya.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Pandeglang Keluhkan Menu MBG Didominasi Makanan Kering, Ini Penjelasan SPPG
Keaslian Audio Masih Dipertanyakan
Penting untuk digarisbawahi, hingga kini belum ada verifikasi independen terkait keaslian audio tersebut.
Tidak ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun hasil analisis teknis yang memastikan bahwa suara dalam transkrip benar berasal dari video yang sama dan bukan hasil rekayasa.
Sejumlah pihak menilai kemunculan versi bersuara justru berpotensi memperpanjang eksploitasi kasus.
Oknum tidak bertanggung jawab bisa memanfaatkannya dengan mengklaim memiliki “video lengkap dengan suara asli” untuk tujuan penipuan atau penyebaran tautan berbahaya.
Baca Juga: Link Video Kakak Manset Hitam Sok Imut Ramai Diburu, Waspada Link Clickbait!
Selain itu, transkrip yang beredar juga diduga telah disensor atau dimodifikasi untuk memancing rasa penasaran dan meningkatkan interaksi warganet.
Imbauan Virus Malware
Melansir video konten kreator TikTok @joerdy.s pada Jumat, 6 Februari 2026. Ia berpendapat bahwa ada 3 penyebab smartphone Anda terkena virus malware.
"Klik iklan yang gajelas, nah ini biasanya tuh buat yang suka nonton film ilegal, judi online nah itu tuh yang berpotensi paling besar, Apalagi sampai klik iklannya," ucap Joerdy.
