POSKOTA.CO.ID - Dua kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Jawa pada Jumat, 6 Februari 2026. BMKG melaporkan gempa pertama terjadi di kawasan Bandung Utara, dekat Kota Cimahi, Jawa Barat, pada siang hari.
Sementara itu, beberapa jam sebelumnya, gempa bermagnitudo besar mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada dini hari. Kedua peristiwa ini menunjukkan aktivitas seismik yang masih dinamis di sejumlah wilayah Indonesia.
Data dan Parameter BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 3,0 terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 13.45 WIB.
Gempa berpusat di darat pada koordinat 6,85° LS dan 107,73° BT, atau sekitar 19–20 kilometer arah timur laut Kota Cimahi. Kedalaman gempa berbeda dalam dua pembaruan data BMKG, yakni 5 kilometer dan 13 kilometer, seiring pemutakhiran parameter seismis.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam unggahan di akun X resmi.
Meski berkekuatan kecil, pusat gempa terletak di luar wilayah Kota Cimahi. Belum ada laporan kerusakan, namun BMKG menyatakan gempa tersebut termasuk kategori dirasakan (felt earthquake).
Baca Juga: Polres Serang Tangkap 23 Pelaku Kejahatan sepanjang Januari
Daerah yang Merasakan Getaran
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), gempa Cimahi terasa di beberapa daerah berikut:
- II–III MMI Jatinangor
- II–III MMI Ciater
- II–III MMI Kasomalang
- II–III MMI Cileunyi
Sejumlah warga di wilayah tersebut melaporkan getaran lemah hingga sedang. Meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda aktivitas gempa susulan yang signifikan.
Kronologi dan Parameter Tektonik
Pada hari yang sama, gempa tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada pukul 01.06 WIB dini hari. Gempa dengan kekuatan signifikan ini berasal dari laut, pada koordinat 8,99° LS dan 111,18° BT, berjarak 90 kilometer tenggara Pacitan. Kedalaman gempa relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa meski berpusat di laut dan berkekuatan cukup besar, gempa tidak berpotensi tsunami.
“Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber gempa memiliki pergerakan naik atau thrust fault,” ujar pejabat BMKG melalui keterangan tertulis.
Sebaran Dampak Guncangan
Gempa Pacitan dirasakan hingga lintas provinsi dengan intensitas yang bervariasi, antara lain:
Jawa Timur (Intensitas Kuat – Sedang)
- Pacitan
- Trenggalek
- Ponorogo
- Tulungagung
- Blitar
- Kediri
- Nganjuk
- Malang
- Sebagian Surabaya
Jawa Tengah & Yogyakarta (Intensitas Sedang – Ringan)
- Wonogiri
- Solo (Surakarta)
- Sukoharjo
- Karanganyar
- Gunungkidul
- Bantul
- Sleman
Baca Juga: Disdikbud Banten Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ini Alasannya
Sejumlah warga di wilayah Jawa Timur mengaku merasakan guncangan kuat yang membangunkan mereka dari tidur. Sementara itu, warga DIY menyebut getaran berlangsung beberapa detik namun tidak menimbulkan kepanikan.
Seorang warga Pacitan menuturkan, “Getarannya sangat terasa, pintu dan jendela ikut bergetar. Kami langsung keluar rumah untuk berjaga-jaga.”
Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, sehingga rentan terhadap aktivitas gempa tektonik. Mega-thrust selatan Jawa merupakan salah satu sumber gempa besar, sementara wilayah Jawa Barat memiliki sejumlah sesar aktif, termasuk Sesar Lembang.
BMKG menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut tidak saling terkait. Aktivitas gempa Cimahi disebabkan dinamika sesar lokal, sedangkan gempa Pacitan terjadi akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar:
- Tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
- Memastikan bangunan di sekitar tidak mengalami kerusakan.
- Menghindari penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.
- Meningkatkan kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah rawan gempa.
Dua gempa yang terjadi pada 6 Februari 2026 yakni gempa 3,0 M di Cimahi dan gempa besar 6,4 M di Pacitan menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di Indonesia.
Meski tidak menimbulkan kerusakan besar dan tidak berpotensi tsunami, warga diimbau untuk tetap waspada dan memahami prosedur keselamatan gempa bumi.
