“Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber gempa memiliki pergerakan naik atau thrust fault,” ujar pejabat BMKG melalui keterangan tertulis.
Sebaran Dampak Guncangan
Gempa Pacitan dirasakan hingga lintas provinsi dengan intensitas yang bervariasi, antara lain:
Jawa Timur (Intensitas Kuat – Sedang)
- Pacitan
- Trenggalek
- Ponorogo
- Tulungagung
- Blitar
- Kediri
- Nganjuk
- Malang
- Sebagian Surabaya
Jawa Tengah & Yogyakarta (Intensitas Sedang – Ringan)
- Wonogiri
- Solo (Surakarta)
- Sukoharjo
- Karanganyar
- Gunungkidul
- Bantul
- Sleman
Baca Juga: Disdikbud Banten Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ini Alasannya
Sejumlah warga di wilayah Jawa Timur mengaku merasakan guncangan kuat yang membangunkan mereka dari tidur. Sementara itu, warga DIY menyebut getaran berlangsung beberapa detik namun tidak menimbulkan kepanikan.
Seorang warga Pacitan menuturkan, “Getarannya sangat terasa, pintu dan jendela ikut bergetar. Kami langsung keluar rumah untuk berjaga-jaga.”
Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, sehingga rentan terhadap aktivitas gempa tektonik. Mega-thrust selatan Jawa merupakan salah satu sumber gempa besar, sementara wilayah Jawa Barat memiliki sejumlah sesar aktif, termasuk Sesar Lembang.
BMKG menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut tidak saling terkait. Aktivitas gempa Cimahi disebabkan dinamika sesar lokal, sedangkan gempa Pacitan terjadi akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar:
- Tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
- Memastikan bangunan di sekitar tidak mengalami kerusakan.
- Menghindari penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.
- Meningkatkan kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah rawan gempa.
