JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menyoroti tingginya angka pengangguran di ibu kota yang mencapai 349 ribu orang, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per November 2025.
Menurut Wibi, penanganan harus dimulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara rinci di tiap sektor usaha.
"Secara konkret, Pemda harus memetakan kebutuhan tenaga kerja per sektor, lalu mengikatnya dengan komitmen penyerapan dari dunia usaha," ujar Wibi kepada Poskota, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca Juga: Pengendara Keluhkan Jalan Panjang Jakbar Berlubang, Khawatir Kecelakaan
Selain itu, Wibi mengatakan program pelatihan kerja yang selama ini berjalan perlu benar-benar berbasis kebutuhan industri.
Sudah seharusnya program pelatihan kerja ini bukan sekadar mengejar jumlah peserta atau penerbitan sertifikat.
"Program pelatihan wajib berbasis kebutuhan riil industri, bukan sekadar sertifikat," ucap Wibi.
Baca Juga: Wamenkes Apresiasi Cakupan Program CKG di Kabupaten Tangerang Cukup Tinggi
Selain peningkatan kualitas pelatihan, Wibi juga mendorong kemudahan regulasi bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan sektor padat karya.
"Perizinan UMKM dan usaha padat karya dipangkas, insentif pajak daerah diberikan bagi perusahaan yang menyerap tenaga kerja lokal," Kata Wibi.
Lebih lanjut, dia mendorong agar proyek-proyek APBD diperbanyak dalam skema padat karya berbasis wilayah supaya dampaknya langsung dirasakan masyarakat setempat yang belum bekerja.
