“Seperti diberitakan para tokoh dimaksud menyampaikan persetujuannya kepada Presiden Prabowo untuk dilakukan reformasi di tubuh Polri dengan catatan reformasi kepolisian baru bisa dikatakan ada dan berhasil kalau mengganti pucuk pimpinan Polri,” urai mas Bro.
“Usulan tersebut sejalan dengan kehendak publik untuk mengganti pimpinan Polri, menyusul ‘prahara Agustus' tahun lalu. Dan, dibentuknya komisi percepatan reformasi Polri, tak lepas dari upaya pemerintah merespons kehendak publik,” beber Heri.
“Banyak pihak juga berpendapat reformasi Polri lebih dari sekadar pergantian pimpinan Polri, melainkan perubahan struktural dan kultural yang menyeluruh untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik,” urai Yudi.
“Reformasi Polri yang sukses lebih bergantung pada komitmen perbaikan budaya kerja dan pengawasan. Itu pakar,” pungkas mas Bro. (Joko Lestari)
