Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan penandatanganan MoU studi MRT Timur-Barat Fase 2 di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Pemprov Jakarta-Banten Matangkan MRT Fase 2 Kembangan-Balaraja, Target Mulai Dibangun 2 Tahun

Rabu 04 Feb 2026, 20:48 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung bersama Gubernur Banten, Andra Soni menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Studi Potensi Kontribusi Pembangunan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 (Kembangan-Balaraja) di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Gubenur Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memudahkan pengembangan jalur MRT Fase 2, khususnya pada trase Kembangan hingga Balaraja. 

"Dan kita melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2, yaitu trase untuk Kembangan-Balaraja, antara PT MRT dengan pengembang yang ada di sekitar lokasi trayek yang akan dikembangkan," ujar Pramono. 

"Kenapa dilakukan ini? Karena ini akan memudahkan bagi MRT untuk mengembangkan. Yang pertama, pengembangan TOD-nya (Transit Oriented Development) enggak perlu dipikirin lagi, pasti akan dilakukan bersama-sama oleh pengembang," katanya. 

Baca Juga: Aksi Tanam Mangrove dan Bersih-bersih Pantai Dorong Kesadaran Lingkungan di Kepulauan Seribu

Pramono menyebut, kerja sama ini sebagai bentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara Pemerintah Provinsi Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, pihak pengembang, dan PT MRT Jakarta, terutama dalam aspek pembiayaan, pengembangan kawasan, serta dukungan infrastruktur pendukung.

"Tentunya ini semacam simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara Pemerintah Jakarta, Pemerintah Banten, Pengembang, dan MRT sendiri dalam hal pembiayaan dan sebagainya," ucap Pramono. 

Pramono menegaskan, pola kolaborasi yang sebelumnya diterapkan dalam pembangunan MRT Utara-Selatan akan kembali digunakan, termasuk menggandeng institusi internasional dan dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan untuk memperkuat struktur pendanaan proyek.

"Kami lakukan yang sama untuk mengembangkan Fase 2 Kembangan-Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan. Termasuk studinya dan saya menaruh harapan," ungkap Pramono. 

Baca Juga: Transjabodetabek Buka Rute Baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Pekan Depan, Tarif Hanya Rp3.500

Pramono menargetkan dalam kurun satu hingga dua tahun ke depan pembangunan fisik sudah dapat dimulai.

"Mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia," kata dia. 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni  menyampaikan, Provinsi Banten memiliki keterkaitan mobilitas yang sangat tinggi dengan Jakarta karena sebagian besar warganya bekerja di ibu kota. 

"Kami berbatasan langsung dengan Ibu Kota, dan warga kami sebagian besar itu bekerja di Jakarta. Dan kemudian pada malam hari mereka kembali ke Jakarta (maksudnya: kembali ke Banten), dan pada jam-jam tersebut maka kemacetan terjadi juga di tempat kami," ujar Soni. 

Baca Juga: Parekraf Sebut Tak Ada Kegiatan Perayaan Imlek di Kawasan Pecinan Glodok

"Pagi hari kemacetan terjadi di Jakarta, malam hari kemacetan terjadi di wilayah Provinsi Banten. karena semua masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan dalam satu rumah ada beberapa kendaraan pribadi yang keluar masuk ke Jakarta," katanya. 

Dengan rencana pembangunan MRT hingga Balaraja, Soni berharap beban lalu lintas di jalan Jakarta maupun Banten dapat berkurang signifikan. 

"Oleh karena itu, bilamana terjadinya terlaksananya rencana ini, mudah-mudahan ini akan mengurangi beban jalan Jakarta dan jalan Banten," ungkap dia. 

Menurut dia, kehadiran moda transportasi massal yang terintegrasi dinilai akan memudahkan mobilitas warga, sekaligus mendorong perubahan pola dan gaya hidup masyarakat agar beralih ke angkutan umum. 

"Dan kemudian ini akan memudahkan kita menggunakan transportasi massal dan akan membuat gaya hidup masyarakat terkait dengan penggunaan transportasi massal akan tumbuh dan berkembang di wilayah perbatasan Jakarta," ujarnya. 

Sebagai informasi, pengembangan MRT Lintas Timur-Barat diharapkan memperluas cakupan layanan transportasi publik, memperkuat sistem aglomerasi, serta meningkatkan daya saing kawasan. 

Dengan terhubungnya koridor utara-selatan hingga Kota Tua, serta barat-timur sampai Balaraja, sistem transportasi Jakarta dan sekitarnya akan semakin terintegrasi. (cr-4) 

Tags:
pembangunan MRT Jakarta BantenKembangan Balarajaproyek MRTAndra SoniGubernur BantenPramono AnungGubernur Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor