Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sekitar 2,1 juta kendaraan roda empat melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Auto2000 sepanjang 2025. Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual yang diberikan.
Kontribusi Positif untuk Toyota dan Industri
Anton mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut karena mampu memberikan kontribusi positif bagi Toyota di Indonesia. Ia menilai kepercayaan konsumen menjadi faktor utama yang mendorong konsistensi kinerja Auto2000.
Tingginya angka kunjungan servis juga menunjukkan bahwa pemilik mobil Toyota masih mengutamakan rasa aman dan kenyamanan dengan melakukan perawatan rutin di bengkel resmi.
Baca Juga: Bukan Soal Harga, Ini Alasan Permintaan Mobil Premium di Indonesia Tetap Kuat
Sebagai gambaran kondisi industri, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil baru nasional pada 2025 masih mampu melampaui target yang ditetapkan.
Penjualan mobil dari diler ke konsumen (retail sales) mencapai 833.702 unit, melampaui target 780 ribu unit. Namun angka tersebut terkoreksi sekitar 6,3 persen dibandingkan capaian 2024 yang berada di level 889.680 unit.
Sementara itu, distribusi kendaraan dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 803.687 unit sepanjang Januari hingga Desember 2025. Jumlah ini turun sekitar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Toyota sendiri menyumbang 258.268 unit kendaraan sepanjang 2025 dengan pangsa pasar mencapai 31,1 persen dari total penjualan mobil nasional.
Baca Juga: Tampil Sporty Ala Jepang, Modifikasi Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Media Ekspresi Anak Muda
SPK Toyota Veloz Hybrid Tembus Ribuan Unit
Disisi lain, minat konsumen terhadap model elektrifikasi Toyota masih terbilang tinggi. Salah satunya terlihat pada Toyota Veloz Hybrid yang diperkenalkan pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
Auto2000 mencatat surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota Veloz Hybrid telah melampaui angka 2.000 unit, bahkan sebelum harga resmi diumumkan dan unit tersedia untuk diuji coba.
Anton mengungkapkan bahwa secara karakter, kendaraan hybrid seharusnya dicoba langsung oleh konsumen sebelum melakukan pemesanan. Namun fakta di lapangan menunjukkan antusiasme yang berbeda.
