Obrolan Warteg: Berantas Korupsi tanpa Tedeng Aling-Aling

Selasa 03 Feb 2026, 06:28 WIB
Obrolan warteg tentang pertemuan Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh di kediamannya. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg tentang pertemuan Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh di kediamannya. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Saling bertukar pandangan dan pengalaman, itulah topik pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional seperti mantan Ketua KPK, Abraham Samad, tokoh kepemiluan Prof. Siti Zuhro dan tokoh kepolisian, Susno Duadji yang juga mantan Kabareskrim Polri.

Pertemuan akhir pekan, Jumat, 30 Januari 2026, malam WIB itu, menarik perhatian banyak pihak jika dikaitkan dengan situasi terkini. Terlebih pertemuan diselenggarakan di kediaman pribadi Presiden, Jl.Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang tentu lebih bernuansa silaturahmi kekeluargaan antartokoh bangsa.

“Kita tahu, Abraham Samad memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam upaya pemberantasan korupsi,” ungkap Heri kepada Yudi dan mas Bro dalam obrolan warteg.

“Sejarah mencatat di masa Abraham Samad, penindakan KPK makin panas. Tiga menteri aktif dijerat KPK. Pada masa itu, KPK juga untuk pertama kalinya menjerat dua jenderal polisi aktif dan satu ketua umum parpol,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Samakan Langkah, Ribuan Pejabat Berkumpul di Bogor

“Cukup beralasan jika Presiden Prabowo bertukar pandangan dan pengalaman dengan Samad. Mengingat, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi di semua lini,” jelas mas Bro.

“Sering dikatakan siapa pun akan disikat, jika mengambil uang rakyat, aset negara, termasuk sumber daya alam yang ditambang scara ilegal,” ujar Heri.

“Pemberantasan korupsi tidak boleh tebang pilih. Karena pejabat, punya kuasa dan kekuatan ekonomi, lantas tidak disentuh, begitu orang biasa langsung dipenjara,” urai Yudi.

“Selain tak boleh tebang pilih, dalam pemberantasan korupsi dibutuhkan sikap tanpa tedeng aling-aling. Artinya bertindak secara terus terang, apa adanya, jujur, tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tegas mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Ambang Batas Parlemen, Hapus atau Tidak?

“Katakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Jangan sembunyikan kesalahan demi menghadirkan kebenaran kepada publik karena pesanan dan kepentingan politik,” harap Heri.

“Yang jelas, pemberantasan korupsi menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua yang peduli negara kita bebas dari segala bentuk korupsi,” ucap mas Bro.

“Lantas apa yang dibahas dengan pakar kepemiluan dan tokoh kepolisian?” tanya Yudi.

“Topik dengan Prof. Siti Zuhro, boleh jadi terkait erat dengan undang-undang kepemiluan yang sekarang dalam pembahasan pemerintah bersama DPR, sedangkan dengan Susno Duadji terkait dengan percepatan reformasi kepolisian yang sekarang juga sedang dilaksanakan,” papar Heri.

“Mengenai tindak lanjut tukar pandangan, akan lebih tergantung kepada Presiden. Kabarnya pertemuan dengan tokoh nasional dari berbagai profesi akan dilanjutkan,” tutur mas Bro.

“Begitupun, sikap kritis sepertinya akan tetap akan disampaikan, meski telah bertemu dengan Presiden. Sikap kritis untuk perbaikan, demi kemajuan bangsa dan negara. Untuk kebaikan kita semua,” kata Heri. (Joko Lestari)


Berita Terkait


News Update