Mengambil wudhu dan pastikan tubuh dalam keadaan bersih serta suci. Setelah itu, siapkan tempat ibadah yang bersih dan nyaman.
2. Melaksanakan sholat Magrib
Selanjutnya, awali rangkaian ibadah Nisfu Syaban dengan sholat Magrib. Setelah sholat, bacalah dzikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk pujian kepada Allah.
3. Membaca surah Yasin yang diselingi bacaan
Membaca surah Yasin merupakan salah satu amalan utama dalam urutan ibadah Nisfu Sya'ban. Bacaan Yasin biasanya diselingi dengan bacaan doa Nisfu Syaban.
Mengutip dari NU Online, Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya di dalam Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80 menuliskan bahwa di malam nisfu Sya'ban dianjurkan untuk memperbanyak doa malam nisfu sya'ban.
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan Dibaca Kapan? Simak Waktu, Bacaan, dan Hukumnya
"Di malam nisfu Sya’ban, seorang Muslim bisa berdoa kepada Allah untuk panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman. Kita juga biasanya membaca 3 kali Surat Yasin di sela doa tersebut," jelasnya, dikutip dari laman NU Online, Senin, 2 Februari 2026.
Berikut ini urutan bacaan surah Yasin pada malam Nisfu Syaban.
- Bacaan pertama
Bacaan pertama ditujukan untuk memohon keberkahan umur dan kesehatan. Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan doa Nisfu Syaban. - Bacaan kedua
Bacaan kedua diniatkan untuk memohon kelancaran rezeki yang halal dan berkah. Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan doa Nisfu Syaban. - Bacaan ketiga
Bacaan ketiga dimaksudkan untuk memohon agar diberikan husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik. Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan doa Nisfu Syaban.
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban
Merujuk dari laman MUI Digital, pada malam Nisfu Syaban, sebagian besar umat Islam di Indonesia biasanya akan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali yang diselingi dengan bacaan doa.
Adapun, bacaan doanya adalah sebagai berikut.
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.
