Kapan Awal Puasa 2026? Sidang Isbat Ramadhan 1447 H Digelar 17 Februari

Sabtu 31 Jan 2026, 16:22 WIB
Ilustrasi. Pemerintah melalui Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1447 H pada 17 Februari 2026. Sidang dilakukan berdasarkan hisab dan rukyatul hilal dari berbagai daerah. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi. Pemerintah melalui Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1447 H pada 17 Februari 2026. Sidang dilakukan berdasarkan hisab dan rukyatul hilal dari berbagai daerah. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, perhatian umat Muslim di Indonesia kembali tertuju pada agenda sidang isbat penetapan awal puasa. Momen ini menjadi penentu resmi dimulainya ibadah puasa yang setiap tahunnya dinanti oleh masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memastikan jadwal pelaksanaan sidang isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, dan akan menjadi dasar penetapan 1 Ramadhan secara nasional.

Sidang isbat ini memiliki peran penting karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, ulama, hingga pakar astronomi. Melalui proses hisab dan rukyatul hilal, pemerintah berupaya memastikan penetapan awal puasa dilakukan secara akurat, ilmiah, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan Lengkap Latin dan Arab

Sidang Isbat Libatkan Ormas Islam hingga BMKG

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat akan dihadiri oleh banyak unsur strategis.

Mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga ahli falak, DPR, Mahkamah Agung, serta perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam.

Ia menegaskan, keterlibatan banyak pihak bertujuan agar keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan keagamaan, sekaligus menjadi rujukan bersama bagi masyarakat.

Tiga Tahapan Penting dalam Pelaksanaan Sidang Isbat

Abu Rokhmad mengungkapkan bahwa sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1447 H akan melalui tiga rangkaian utama. Tahapan tersebut diawali dengan pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab. Selanjutnya dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan musyawarah tertutup untuk pengambilan keputusan. Hasil sidang isbat kemudian diumumkan secara resmi kepada publik melalui konferensi pers. Proses ini sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah.

Abu Rokhmad pun mengajak masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat serta pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca Juga: Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Hitungan Mundur Mulai Jumat 30 Januari 2026

Kemenag Siapkan Lokasi Rukyatul Hilal dan Regulasi Baru


Berita Terkait


News Update