POSKOTA.CO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menjadwalkan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 29 Syakban 1447 H, bertepatan dengan 17 Februari 2026.
Agenda nasional yang selalu menjadi sorotan masyarakat ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta.
Kegiatan resmi diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Langkah ini menjadi bagian dari proses verifikasi ilmiah dan observasi lapangan sebelum pengambilan keputusan resmi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menyampaikan bahwa mekanisme sidang Isbat dilakukan secara komprehensif.
“Hisab dan rukyat adalah dua metode yang saling melengkapi. Data hisab menjadi acuan awal, sedangkan rukyat memastikan observasi langsung di lapangan,” ujarnya dalam pemaparan internal, mengutip sumber resmi Kemenag.
Baca Juga: Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026 Kapan? Simak Jadwal versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Data Hisab: Posisi Hilal Belum Memenuhi Kriteria MABIMS
Berdasarkan perhitungan Tim Hisab Rukyat, saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026, posisi hilal di seluruh Indonesia berada pada rentang -2° 24.71' hingga 0° 58.08', dengan sudut elongasi berkisar 0° 56.39' sampai 1° 53.60'.
Nilai tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4° agar hilal dapat teramati.
“Secara hisab, parameter hilal berada di bawah ambang batas visibilitas. Namun sidang isbat tetap menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia,” jelasnya Kemenag
Baca Juga: Kapan Libur Awal Puasa 2026? Ini Prediksi Tanggal yang Sudah Beredar
Rukyatul Hilal Tetap Jadi Penentu Final
Walau data hisab menunjukkan hilal sangat rendah, penetapan awal Ramadan tetap menunggu laporan resmi Rukyatul Hilal yang dilaksanakan di lebih dari 100 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
