Sebanyak dua kasus terkonfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal, India pada 26 Januari 2026.
"Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semuanya dilakukan karantina investigasi lengkap masih terus dilakukan," tuturnya.
Kendati begitu, ia menegaskan, belum terdapat laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia.
"Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," katanya.
Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.
Baca Juga: Wabah Virus Nipah di India Jadi Peringatan Global, Penularan Terjadi dari Hewan ke Manusia
Atas dasar itu, ia meminta dinas kesehatan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap virus nipah tersebut.
"Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan KLB penyakit virus Nipah melalui kegiatan kesiapsiagaan menghadapi KLB dan respons awal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas. Kemudian, kooordinasi dengan sektor kesehatan hewan dan satwa. (cr-4)
