Fadhilah Malam Nisfu Sya'ban, Malam Paling Mulia Setelah Lailatul Qadar

Senin 02 Feb 2026, 19:31 WIB
Malam Nisfu Sya’ban: Mengapa Disebut Malam Paling Mulia Setelah Lailatul Qadar? (Sumber: Pinterest)

Malam Nisfu Sya’ban: Mengapa Disebut Malam Paling Mulia Setelah Lailatul Qadar? (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang mendapatkan perhatian besar dalam tradisi Islam. Momen ini jatuh pada malam tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Pada tahun 1447 Hijriah, malam tersebut diperkirakan bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026.

Secara bahasa, nisfu berarti setengah, sehingga Nisfu Syaban bermakna pertengahan bulan Syaban. Tradisi keagamaan di berbagai wilayah Muslim menempatkan malam ini sebagai salah satu momentum spiritual penting yang sarat dengan ampunan, rahmat, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Dalam sejumlah riwayat, Nisfu Syaban bahkan disebut sebagai malam mulia setelah Lailatul Qadar. Pandangan ini dikuatkan oleh para ulama klasik hingga kontemporer.

Baca Juga: Jadwal Ibadah Ramadhan 2026 bagi Pekerja Gen Z dengan Pembagian Waktu Harian

Pandangan Ulama tentang Keutamaan Nisfu Syaban

Dalam literatur fikih dan hadis, sejumlah ulama mengungkapkan bahwa Nisfu Syaban adalah malam yang penuh pengampunan. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam karya terkenalnya, Maa Dzaa fi Sya’ban, menegaskan:

“Malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan besar sebagai malam maghfirah, malam ketika Allah melimpahkan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang beriman.” -Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

Pernyataan tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan antara lain oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari sahabat Mu‘adz bin Jabal, yang menyebutkan bahwa Allah memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan Syaban dan memberikan ampunan bagi mereka.

Merujuk keterangan Nahdlatul Ulama, meski sebagian hadisnya dinilai dhaif, mayoritas ulama Ahlussunnah tetap membolehkan pengamalannya karena termasuk dalam kategori fadhail al-a‘mal, yakni amalan-amalan yang dianjurkan untuk meningkatkan spiritualitas.

Dosa yang Tidak Diampuni pada Malam Nisfu Syaban

Walaupun malam ini dikenal sebagai malam pengampunan, beberapa riwayat menyebutkan bahwa tidak semua hamba mendapatkan maghfirah. Kelompok yang tidak memperoleh ampunan antara lain:

  • Pelaku syirik
  • Orang yang memelihara permusuhan
  • Pemutus silaturahmi
  • Pecandu maksiat seperti mabuk atau berjudi
  • Pelaku dosa besar yang tidak bertaubat

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menjelaskan:

“Dosa-dosa besar seperti zina dan durhaka kepada orang tua menjadi penghalang turunnya ampunan jika tidak disertai taubat yang sungguh-sungguh.” -Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki


Berita Terkait


News Update