TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID - Warga yang membuka warung kopi hingga makanan di dekat lokasi binaan (Lokbin) Kota Intan kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, mengeluhkan tidak adanya kompensasi yang diberikan dampak adanya aktivitas syuting yang dibintangi Lisa Blackpink.
Siti, 44 tahun, pedagang kopi sekaligus es teh solo di lokasi itu mengatakan, seharusnya pedagang di sini juga mendapatkan kompensasi seperti pedagang di Lokbin Kota Intan.
"Kami enggak dapat, bukan enggak dapat, tapi belum dapat," kata Siti kepada Poskota saat ditemui, Minggu, 1 Februari 2026.
Siti menyampaikan, sejak kawasan Kota Tua tepatnya di Jalan Teh digunakan sebagai lokasi syuting yang dibintangi Lisa Blackpink, penjualan makanan dan kopi menjadi menurun.
Baca Juga: Penutupan Jalan Teh Akibat Syuting Film Lisa Blackpink Picu Keluhan Pedagang Kota Tua
"Ya, menurun, karena kan jalan ditutup. Sementara jalan ini kan buat akses bus pariwisara, jadi wisatawan turun dari bus ya lewat sini," ucap dia.
Keluhan juga disampaikan Daeng, 52 tahun, penjual terpal di lokasi itu. Ia berujar sejak adanya penutupan jalan karena ada syuting film yang dibintangi Lisa Blackpink, aktivitas di kawasan ini sepi.

"Karena biasanya orang lalu lalang, wisatawan itu ya lewat sini. Mereka kan sambil jalan bisa liat-liat dagangan kita, kadang suka mampir juga buat beli," kata Daeng.
Menurut Daeng, sejumlah pedagang yang berjualan di bangunan semacam ruko itu telah melayangkan surat kepada penyelenggara syuting film untuk diberikan kompensasi.
Baca Juga: Pengamat Kesehatan Ingatkan Bahaya Air Lindi dari Operasional RDF Rorotan
Hal ini karena pedagang di Lokbin Kota Intan seluruhnya tidak bisa berjualan akibat tempat dipakai syuting. Namun hingga saat ini kompensasi tersebut belum kunjung diterima oleh para pedagang.
"Kalau kami di sini baru semalam mengajukan kompensasi, tapi sampai sekarang belum ada, uangnya belum dikasih," tuturnya.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra menyebut, adanya syuting film yang dibintangi Lisa Blackpink diklaim tidak berdampak ke pengunjung Kota Tua.
"Tidak (berpengaruh), karena syuting di daerah penunjang Kota Tua. Pengaruh yang kepada lintasan dan warga setempat," ucap dia.
Baca Juga: Siswa SMK di Bogor yang Nekat Lompat dari Jembatan Ditemukan Tewas
"Kawasan inti yang ada museum tetap berjalan normal," sambung Denny.
Terkait pedagang di Lokbin Kota Intan yang untuk sementara tidak bisa berjualan, Denny menginformasikan bahwa para pedagang telah diberikan kompensasi oleh penyelenggara.
"Saya enggak bisa jawab, yang pasti sudah ada dari PH yang menanganinya (skema kompensasi)," kata dia.
Di Lokbin Kota Intan sendiri tercatat sudah ada 400an pedagang yang berjualan. Lokasi ini berjarak sekitar 200 meter dari Jalan Kunir, kawasan wisata Kota Tua.
Setidaknya kawasan perdagangan ini memiliki fasilitas 458 gerai dan merupakan pusat kuliner di kawasan wisata Kota Tua. (pan)
