Pengamat Kesehatan Ingatkan Bahaya Air Lindi dari Operasional RDF Rorotan

Minggu 01 Feb 2026, 19:34 WIB
Petugas keamanan berjaga di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Petugas keamanan berjaga di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengamat Kesehatan Lingkungan, Dicky Budiman menyoroti penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan dalam pengolahan sampah, termasuk yang diterapkan di sejumlah daerah. 

Menurut Dicky, RDF idealnya hanya mengolah sampah yang sudah dipilah sejak dari sumber dan dalam kondisi kering. Ia mengatakan, praktik tersebut sudah menjadi standar di berbagai negara.

Persoalan muncul ketika sistem pemilahan sampah tidak berjalan optimal sehingga sampah basah dan limbah berbahaya ikut tercampur dalam proses.

“RDF ini idealnya hanya mengolah sampah yang telah dipilah, bukan sampah campuran. Di Indonesia banyak kasus pemilahan tidak optimal, sampah basah maupun limbah berbahaya ikut tercampur. Ini yang kemudian memicu masalah,” ujar Dicky kepada Poskota, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: DLH Tegaskan Pengiriman Sampah ke RDF Rorotan Dibatasi, Kini 200-600 Ton per Hari

Dicky menjelaskan pencampuran sampah basah dalam proses RDF berpotensi memicu terbentuknya air lindi (leachate), yakni cairan hasil perkolasi air melalui timbunan sampah yang membawa berbagai zat berbahaya. 

Air lindi dapat mengandung senyawa organik, logam berat, mikroorganisme patogen, serta bahan kimia toksik yang berisiko bagi manusia dan lingkungan.

“Air lindi ini cairan yang bisa mengandung logam berat, mikroorganisme patogen, dan bahan kimia toksik. Jadi berbahaya bagi lingkungan dan manusia,” ucap Dicky.

Dicky menyebut, paparan air lindi dapat berdampak pada masyarakat melalui tiga jalur utama, yakni inhalasi atau menghirup gas beracun dan bau, kontak langsung dengan kulit, serta konsumsi air tanah atau bahan pangan yang telah tercemar. 

Baca Juga: BPBD DKI Pastikan Semua Titik Banjir di Jakarta Sudah Surut

"Jika air lindi tumpah atau mengalir ke jalan dan meresap ke tanah, potensi pencemaran bisa meluas," kata Dicky. 


Berita Terkait


News Update