14 Rumah Warga di Lebak Banten Rusak Akibat Tanah Longsor

Minggu 01 Feb 2026, 17:24 WIB
Sejumlah rumah warga di Cikulur, Lebak rusak dan mengkhawatirkan setelah tanah longsor yang terkikis air sungai Ciujung. (Sumber: Istimewa)

Sejumlah rumah warga di Cikulur, Lebak rusak dan mengkhawatirkan setelah tanah longsor yang terkikis air sungai Ciujung. (Sumber: Istimewa)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 14 rumah warga di Kampung Gagambiran, Desa Muharadua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang dekat dengan bantaran sungai Ciujung, rusak dan mengkhawatirkan akibat terdampak longsor.

Tanah longsor terjadi dipicu oleh luapan air sungai yang menggerus tebing sungai saat terjadi hujan deras pada Sabtu 31 Januari 2026 kemarin.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, dari 14 rumah warga yang terdampak longsor, tercatat sebanyak 4 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak ringan dengan kondisi mengkhawatirkan.

Salah seorang warga terdampak, Muslimah, 55 tahun mengungkapkan, longsor yang mengakibatkan sebagian bangunan rumah miliknya sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Namun, ia mengaku kondisi terparah baru dirasakannya pada peristiwa yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Jadwal One Way Puncak Bogor Hari Ini 1 Februari 2026: Arah Turun ke Jakarta Situasional

"Jadi, tebing sungai ini kerap terkena abrasi saat volume air tinggi. Sedikit demi sedikit terkikis hingga terjadi longsor," ungkap Muslimah, Minggu, 1 Februari 2026.

"Dulu juga pernah terjadi, namu tidak terlalu separah yang sekarang ini. Karena sebagian rumah kami rusak," sambungnya.

Ia mengatakan, setiap kali debit Sungai Ciujung meningkat, arus air sungai menggerus tebing dan membawa material tanah serta pohon ke hilir. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat longsor terus berulang dan semakin mendekati rumah warga.

"Kalau airnya surut, tanahnya ikut turun lagi. Jadi longsor terus terjadi," katanya.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Antar Desa di Mandalawangi Ambruk, Akses Warga Lumpuh Total

Menurut dia, dari 14 rumah terdampak, terdapat tiga hingga empat rumah yang mengalami kerusakan paling parah termasuk miliknya. Seluruh bagian dapur rumahnya kini sudah tidak tersisa.

"Yang parah itu rumah saya dan beberapa rumah lain. Dapur sudah habis," ujarnya.

Meski tinggal di rumah yang rawan longsor, Muslimah mengaku tidak memiliki pilihan lain untuk mengungsi. Ia dan warga lain masih bertahan karena tidak memiliki tempat tinggal alternatif.

"Rasa takut pasti ada, tapi mau pindah ke mana? Tidak ada tempat lain untuk mengungsi," ujarnya.

Baca Juga: Diduga Masalah Utang, Sopir Truk Nekat Gantung Diri di Rest Area Tol Tangerang Merak

Selama ini, tambah dia, warga sudah beberapa kali mengajukan usulan kepada pemerintah agar dilakukan penanganan permanen. Akan tetapi, bantuan yang diterima masih sebatas pada kebutuhan logistik.

"Bantuan cuma beras saja. Itu juga habis dalam dua atau tiga hari. Kami maunya ada solusi yang aman, entah dibangun atau dipindahkan," tuturnya.

"Makanya kami berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi konkrit berupa relokasi ke tempat yang lebih aman," harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Muharadua, Jumhadi menuturkan, kondisi longsor di Kampung Gagambiran saat ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan sebagian rumah warga dilaporkan sudah mengalami kerusakan yang cukup serius.

Apalagi ada satu rumah warganya atas nama Ibu Ana, sebagian bangunan rumah itu sudah turun ke bantaran sungai. Kendati demikian, hingga kini belum ada rencana relokasi karena keterbatasan lahan dan anggaran.

"Penanganan yang dapat dilakukan pemerintah desa sejauh ini masih sebatas imbauan kewaspadaan kepada warga, terutama saat cuaca ekstrem. Karena untuk pembangunan kami tidak bisa berbuat banyak," ucap Jumhadi.

"Kalau relokasi ke mana, kami juga masih bingung. Belum ada rencana khusus, sementara ini hanya imbauan door to door," kata dia.

Jumhadi menambahkan, secara keseluruhan terdapat 14 rumah terdampak di sepanjang bantaran Sungai Ciujung di Kampung Gagambiran, dengan empat rumah mengalami kerusakan paling parah. 

"Kami berharap, adanya perhatian dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, mengingat ancaman longsor susulan masih sangat tinggi," ujarnya. (fat)


Berita Terkait


News Update