TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Banjir bercampur oli hitam terjadi di kawasan Olex hingga masuk ke pemukiman warga Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang pada Jumat, 23 Januari 2026.
Menindaklanjuti adanya informasi tersebut, pihak Polsek Tigaraksa melakukan pengecekan lokasi pabrik kabel milik PT Alum Central Mandiri Lestari (ACML) yang diduga sebagai sumber keluarnya oli.
Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa, Ipda Muhdiawan mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan, benar saja oli yang meluap saat banjir berasal dari bak penampungan di pabrik kabel tersebut.
"Dari hasil pengecekan lokasi pabrik, diketahui benar bahwa oli berasal dari bak penampungan oli produksi pabrik kabel itu," ujar Muhdiawan, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat banjir terjadi di wilayah tersebut, ketinggian airnya melebihi tinggi dari bak penampungan oli yang ada di pabrik.
Akibatnya, oli akhirnya meluap dan terbawa arus banjir hingga ke ruas jalan dan permukiman warga.
"Jadi banjir lebih dari satu meter dan melebihi dari tinggi bak penampungan oli. Jadi olinya meluap, bukan sengaja dibuang oleh pihak perusahaan," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan, banjir lebih dari satu meter yang melanda kawasan tersebut baru pertama kali ini terjadi.
Baca Juga: 15 Rumah Rusak dan 51 Warga Mengungsi Akibat Pergeseran Tanah di Bogor
Selain oli yang terbawa arus banjir, peralatan elektronik yang ada di pabrik tersebut diketahui rusak akibat terendam air.
"Pihak perusahaan mengaku selama 20 tahun beroperasi disitu baru kali ini mengalami banjir tinggi. Tidak hanya oli produksi yang terbawa banjir, tapi seluruh mesin juga rusak akibat terendam air," kata Mahdiawan.
Lebih lanjut, pihaknya hingga saat ini tidak menemukan pelanggaran atau pun unsur pidana dalam kasus meluapnya oli saat banjir di Kawasan Olex.
Baca Juga: Banjir Rendam Kebon Pala, Polisi Gunakan Perahu Karet untuk Evakuasi Warga
"Tidak ada unsur pidana karena dari hasil pemeriksaan lokasi dan klarifikasi pihak perusahaan tidak ditemukan unsur kesengajaan. Jadi banjir ini kan musibah ya, pihak pabrik juga menjadi korban disini karena mesinnya rusak terendam banjir," ujarnya. (ver)
