Paylater Bisa Jadi Bumerang, Ini Cara Gen Z Kelola Keuangan agar Tak Terjebak Utang

Kamis 29 Jan 2026, 16:40 WIB
Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

Padahal, transparansi terhadap seluruh biaya tambahan sangat penting agar pengguna tidak kaget saat tagihan membengkak di akhir bulan. Membaca detail perjanjian sebelum menyetujui transaksi menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan.

Gunakan Paylater untuk Kebutuhan Produktif

Paylater sebaiknya tidak digunakan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif atau kebutuhan jangka pendek. Fitur ini lebih aman dimanfaatkan dalam kondisi darurat atau untuk pembelian yang bersifat produktif, seperti alat penunjang pekerjaan atau pendidikan.

Dengan perhitungan yang matang, paylater dapat membantu arus kas tanpa menimbulkan beban keuangan berlebih di kemudian hari.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Telat Bayar TikTok PayLater? Ini 3 Solusi Mengatasinya

Evaluasi Keuangan Rutin Jadi Kunci Keamanan Finansial

Mencatat seluruh transaksi dan cicilan yang sedang berjalan merupakan kebiasaan penting bagi Gen Z. Evaluasi keuangan secara rutin, misalnya setiap minggu, membantu memantau kondisi arus kas dan tingkat utang.

Jika beban cicilan mulai terasa berat dan pengeluaran tidak seimbang, menghentikan sementara penggunaan paylater menjadi keputusan bijak demi menjaga kesehatan keuangan jangka panjang.


Berita Terkait


News Update