Grand Vitara Kena Recall, Suzuki Panggil Ratusan Unit ke Bengkel

Kamis 29 Jan 2026, 14:39 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales melakukan recall terhadap 148 unit Suzuki Grand Vitara produksi Desember 2024 hingga April 2025. (Sumber: Suzuki)

PT Suzuki Indomobil Sales melakukan recall terhadap 148 unit Suzuki Grand Vitara produksi Desember 2024 hingga April 2025. (Sumber: Suzuki)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi mengumumkan program pemanggilan kembali atau recall untuk model Suzuki Grand Vitara yang beredar di Indonesia.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Suzuki dalam menjaga standar keselamatan serta kualitas kendaraan sesuai regulasi global.

Pemilik Grand Vitara dengan kriteria tertentu diimbau untuk melakukan pemeriksaan di Bengkel Resmi Suzuki.

Pemeriksaan difokuskan pada komponen Speedometer Assy Comb guna memastikan fungsi indikator berjalan sesuai standar.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem JBA, ASLC Optimistis Pendapatan Tumbuh Dua Digit pada 2026 Ditengah Tantangan Industri Mobil Bekas

Menyasar Unit Produksi Akhir 2024 hingga 2025

Ratusan unit Suzuki Grand Vitara kena recall perbaikan spedometer. (Sumber: Suzuki)

Berdasarkan data internal perusahaan, recall ini mencakup 148 unit Suzuki Grand Vitara yang diproduksi dalam rentang Desember 2024 hingga April 2025.

Fokus utama pemeriksaan berada pada indikator level bahan bakar serta lampu peringatan di panel speedometer.

Komponen tersebut berpotensi mengalami penyimpangan akurasi dalam menampilkan informasi kepada pengemudi, meski tidak terjadi pada seluruh unit.

Assistant to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, menjelaskan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari Product Quality Update yang dilakukan secara global.

Baca Juga: Vespa 946 Horse Meluncur, Edisi Lunar Terbatas Sambut Tahun Kuda

“Suzuki menginformasikan adanya kebutuhan pemeriksaan kualitas pada komponen speedometer Grand Vitara. Mengingat unit yang dipasarkan di Indonesia juga merupakan bagian dari produksi global tersebut, Suzuki Indonesia merasa perlu untuk segera menjalankan kampanye Product Quality Update ini demi menjaga keselamatan serta standar kualitas produk kami,” ujar Hariadi.


Berita Terkait


News Update