Alhasil, utang PayLater menumpukan melebihi limit bulanan yang seharusnya dikeluarkan.
2. Ada Denda Keterlambatan
Apabila limit PayLater terlalu besar dan pengguna tidak sanggup membayar utang tepat waktu, maka akan ada denda keterlambatan yang dikenakan.
Denda ini bisa bertambah seiring waktu dan memperburuk kondisi keuanganmu. Semakin lama kamu melunasi utang, maka nominal denda juga akan makin membengkak.
3. Berdampak pada Skor Kredit
Sebagian besar layanan PayLater biasanya melaporkan data atau riwayat pembayaran pengguna ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Apabila kamu sering terlambat membayar tagihan atau gagal melunasi utang yang dimiliki, maka skor kredit mu akan terpengaruh.
Baca Juga: Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Terbaru: Tenor Panjang, Cicilan Ringan Mulai Rp86 Ribu
4. Kurangnya Perlindungan Konsumen
Tidak semua layanan paylater memiliki perlindungan konsumen yang kuat. Jika terjadi masalah, seperti penipuan atau kesalahan transaksi, proses penyelesaiannya bisa lebih rumit dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional.
Tips Pakai PayLater
Supaya kamu tetap bisa merasakan manfaat menggunakan PayLater dan menghindari dampak negatif yang ada, kamu bisa mencoba beberapa tips di bawah ini.
- Gunakan PayLater untuk kebutuhan penting dan mendesak.
- Perhatikan kemampuan dalam melunasi utang.
- Perhatikan dan pahami syarat serta ketentuan.
- Pantau pengeluaran dan hindari melebihi jumlah pemasukan bulanan.
