Obrolan Warteg: Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Melanda

Rabu 28 Jan 2026, 08:18 WIB
Obrolan warteg tentang modifikasi cuaca di Jakarta. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg tentang modifikasi cuaca di Jakarta. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Cuaca di Jakarta dan sekitarnya lebih cerah daripada sebelumnya dalam beberapa hari ini meski acap diselingi hujan dan gerimis. Pada Senin-Selasa, 26-27 Januari 2026, sang mentari tampak menyapa warga sejak waktu pagi.

Namun, kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, cuaca ibu kota tidak akan secerah ini jika tidak dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Modifikasi cuaca akan diteruskan hingga 1 Februari 2026, karena menimbang potensi cuaca ekstrem.

“Tak hanya Jakarta, OMC juga dilakukan Pemprov Jawa Barat di beberapa titik rawan bencana,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg dengan mas Bro dan bang Yudi.

“Jadi cuaca cerah karena adanya OMC, tanpa OMC berpotensi turun hujan ringan, sedang hingga lebat. Boleh jadi disertai angin kencang,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Polri Ogah di Bawah Kementerian

“Tapi ingat, OMC bukan semata membuat cuaca menjadi cerah, ada tujuan lain yang hendak dicapai, yakni mencegah bencana banjir,” ucap mas Bro.

“Betul Bro. Beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya begitu turun hujan, banjir pun datang, jalanan terendam, Aktivitas masyarakat terganggu, produktivitas menurun karena terkendala banjir di mana-mana,” timpal Heri.

“Ada juga beberapa daerah di Bekasi misalnya, sudah sepekan ini warga belum bisa menempati rumahnya karena masih terendam lumpur. Sejak banjir pertama sudah surut, begitu mau bersih-bersih banjir datang lagi. Akhirnya sementara ngungsi di tempat family,” papar Yudi.

“Jadi, modifikasi cuaca yang tengah berlangsung di Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa Barat ini, salah satu upaya mengatasi banjir dalam jangka pendek pada musim hujan di daerah rawan banjir serta tanah longsor,” urai mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Sinyal Politik, Sistem Pilkada Tak Berubah

“OMC sebagai antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya memitigasi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor dengan cara mengurangi curah hujan tinggi sebelum masuk ke wilayah padat penduduk atau area rawan banjir,” tambah mas Bro.

“Berarti curah hujan dipecah dan dialirkan ke daerah yang lebih aman, bukan daerah rawan banjir dan tanah longsor,” papar Heri.

“Mahal kali, ya, bikin OMC?” tanya Yudi.

“Lho, untuk melindungi rakyat dari bencana bukan persoalan biaya mahal atau murah. Besarnya anggaran bukan menjadi alasan tidak melakukan mitigasi bencana,” tegas Heri.

“Ingat! banjir dan tanah longsor tak hanya merugikan warga yang terdampak langsung bencana, juga lingkungan masyarakat sekitarnya. Belum lagi kerugian sosial ekonominya,” ungkap Yudi.

“Meski hingga sepekan ke depan masih digelar OMC, masyarakat harus tetap waspada terhadap segala potensi bencana musim penghujan, di antaranya update info cuaca,” harap mas Bro. (Joko Lestari)


Berita Terkait


News Update