POSKOTA.CO.ID - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI 2026.
Produk pembiayaan berbasis prinsip syariah ini menjadi rujukan utama UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha dengan skema ringan, transparan, dan berkelanjutan.
KUR BSI 2026 menawarkan margin pembiayaan setara enam persen sesuai kebijakan program KUR nasional, tanpa biaya provisi maupun administrasi. Skema tersebut dirancang untuk mendukung modal kerja dan investasi usaha produktif, mulai dari skala mikro hingga kecil dan menengah.
Plafon pembiayaan yang mencapai Rp500 juta menjadikan KUR BSI sebagai salah satu produk pembiayaan syariah UMKM paling kompetitif pada 2026. Ditambah dengan fleksibilitas tenor hingga 48 bulan, pelaku usaha memiliki ruang perencanaan keuangan yang lebih stabil dan terukur.
Baca Juga: Plafon KUR BRI 2026 Akhir Januari Berapa? Simak Daftar Tabel Angsuran dan Syarat Pinjamnya
Skema KUR BSI 2026 Berdasarkan Kebutuhan Usaha
BSI membagi KUR ke dalam tiga kategori utama, yakni KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil. Pembagian ini bertujuan memudahkan calon nasabah memilih jenis pembiayaan paling relevan tanpa terbebani persyaratan yang tidak sesuai skala usaha.
KUR Super Mikro untuk Usaha Pemula
KUR Super Mikro BSI ditujukan bagi pelaku usaha pemula yang membutuhkan modal awal. Plafon pembiayaan berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp10 juta, baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi awal.
Margin pembiayaan ditetapkan setara enam persen dengan tenor maksimal 36 bulan. Jenis pembiayaan ini umumnya dimanfaatkan oleh usaha rumahan, pedagang kecil, serta UMKM yang baru mulai berkembang secara mandiri.
KUR Mikro untuk Pengembangan Usaha
Bagi UMKM yang telah berjalan dan membutuhkan tambahan modal lebih besar, BSI menyediakan KUR Mikro. Plafon pembiayaan berada di atas Rp10 juta hingga maksimal Rp100 juta sesuai kebutuhan usaha produktif.
Tujuan pembiayaan mencakup modal kerja maupun investasi dengan tenor hingga 36 bulan. Skema ini cocok bagi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas produksi, menambah alat usaha, atau memperluas jangkauan pemasaran secara bertahap.
KUR Kecil untuk UMKM Lebih Mapan
Sementara itu, KUR Kecil BSI menyasar pelaku UMKM yang sudah lebih mapan. Plafon pembiayaan berkisar Rp100.000.001 hingga Rp500.000.000 dengan tenor maksimal 48 bulan.
KUR Kecil menggunakan akad syariah seperti Murabahah dan Ijarah, menyesuaikan karakteristik usaha serta kebutuhan pembiayaan. Selain plafon besar, keunggulan lain meliputi proses relatif cepat, persyaratan mudah, serta bebas biaya provisi dan administrasi.
Masa Berlaku dan Fleksibilitas Angsuran
Seluruh produk KUR BSI berlaku sejak 6 April 2022 hingga 31 Agustus 2027 dan masih dapat diajukan sepanjang 2026. Dari sisi angsuran, BSI menyediakan beberapa pola pembayaran yang fleksibel mengikuti karakter sektor usaha.
Pola angsuran reguler memungkinkan pembayaran cicilan setiap bulan hingga tenor berakhir. Selain itu, tersedia pola periodic dengan pembayaran setiap dua hingga enam bulan, khusus untuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
BSI juga menyediakan skema yarnen atau bayar panen, yaitu pembayaran dilakukan satu kali lunas saat jatuh tempo pembiayaan. Skema ini dirancang agar arus kas pelaku usaha tetap terjaga, terutama pada sektor berbasis musim produksi.
Baca Juga: Cara Mudah dan Cepat Aktifkan Lazada PayLater, Cek Syaratnya di Sini
Simulasi Angsuran KUR BSI 2026
Untuk memberikan gambaran kewajiban bulanan, BSI menyediakan simulasi angsuran berdasarkan margin setara enam persen.
Sebagai contoh, KUR Mikro dengan plafon Rp50 juta dan tenor 36 bulan memiliki estimasi angsuran sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta per bulan. Sementara KUR Kecil plafon Rp200 juta dengan tenor 48 bulan memiliki estimasi angsuran berkisar Rp4,7 juta hingga Rp5 juta per bulan.
Perlu dicatat, simulasi tersebut bersifat perkiraan. Nilai angsuran akhir mengikuti hasil analisis pembiayaan serta akad yang disepakati antara nasabah dan pihak bank.
Syarat dan Cara Pengajuan KUR BSI 2026
Adapun syarat pengajuan KUR BSI mencakup status WNI perorangan dengan usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan. Calon nasabah harus memiliki kolektibilitas pembiayaan lancar dan belum menerima pembiayaan modal kerja komersial sebelumnya.
Kepemilikan pembiayaan tertentu seperti KPR, kartu kredit, atau pembiayaan pensiun masih diperbolehkan sesuai ketentuan. Dokumen yang wajib disiapkan meliputi KTP, Kartu Keluarga, NPWP, surat izin usaha, serta agunan tambahan khusus untuk KUR Kecil.
Pengajuan KUR BSI 2026 kini dapat dilakukan secara online melalui situs resmi Bank Syariah Indonesia. Calon nasabah cukup mengisi data diri, mengunggah dokumen persyaratan, memastikan keakuratan informasi, lalu menunggu proses verifikasi.
Dengan margin kompetitif, tenor fleksibel, serta penerapan prinsip syariah, KUR BSI 2026 layak dipertimbangkan sebagai solusi pembiayaan UMKM yang berkelanjutan dan inklusif.
