POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan keracunan makanan kembali menjadi perhatian publik setelah selebgram Lisa Mariana mengungkap pengalaman pahit yang dialami keluarganya usai mengonsumsi kepiting Alaska.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan, khususnya pada produk seafood premium yang memerlukan penanganan khusus.
Melalui media sosial, Lisa membagikan kronologi kejadian sekaligus meminta pertanggungjawaban pihak penjual yang mengirimkan kepiting tersebut. Kondisi terparah dialami sang ibu, yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Baru Dua Bulan Menikah, Boiyen Resmi Gugat Cerai Rully Anggi Akbar
Ibunda Lisa Mariana Dirawat di Rumah Sakit Akibat Keracunan Seafood
Lisa Mariana mengungkapkan bahwa keracunan ini menimpa hampir seluruh anggota keluarganya. Namun, ibunya mengalami kondisi paling serius hingga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kita semua tahu kalau kepiting Alaska itu harus ada di suhu tertentu. Nah, satu keluarga saya kena bakteri, sampai ibu saya harus dirawat di rumah sakit,” ujar Lisa Mariana, dikutip dari unggahan media sosialnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Lisa, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar bakteri yang cukup tinggi pada tubuh sang ibu, sehingga dokter tidak mengizinkan pasien untuk pulang dan mewajibkan rawat inap.
Kronologi Lengkap Keracunan Kepiting Alaska Versi Lisa Mariana
Insiden ini bermula ketika Lisa masih berada di Bali dan menerima tawaran kiriman kepiting Alaska dari salah satu restoran seafood. Kepiting tersebut dikirim sebagai bagian dari kerja sama ulasan produk.
“Dia (owner resto) mau kasih kepiting Alaska, tapi waktu itu gue masih di Bali. Kepiting itu mau direview,” kata Lisa dalam sesi Live TikTok.
Setelah kembali ke rumah bertepatan dengan ulang tahun anaknya, Lisa kembali mengonfirmasi pengiriman. Kepiting kemudian tiba dan langsung dikonsumsi oleh keluarga.
Karena berstatus makanan, Lisa mengaku tetap melakukan proses ulasan sebagaimana mestinya. Namun, gejala tidak nyaman mulai muncul setelah makanan tersebut disantap.
Gejala Keracunan Mulai Terasa Setelah Konsumsi
Lisa mengaku hanya mengonsumsi sedikit kepiting Alaska tersebut. Meski demikian, ia mulai merasakan pusing dan kliyengan.
“Gue pikir karena kolesterol, jadi gue minum air kelapa kemasan. Tapi tetap kliyengan,” ungkapnya.
Gejala yang lebih berat justru dialami anggota keluarga lain. Keponakan Lisa mengalami sakit perut hebat, muntah-muntah, hingga diare berulang.
“Keponakan gue bolak-balik kamar mandi karena diare dan muntah,” tuturnya.
Tak berselang lama, kondisi sang ibu memburuk hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan, anak dari makeup artist Lisa serta asisten rumah tangganya juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Dugaan Kesalahan Penanganan Suhu Kepiting Alaska
Lisa menduga keracunan ini terjadi akibat kesalahan penyimpanan dan distribusi kepiting Alaska, yang seharusnya berada pada suhu dingin tertentu agar tetap aman dikonsumsi.
“Kepiting Alaska itu harus di suhu tertentu. Kalau enggak, bakterinya bisa berkembang cepat,” jelas Lisa.
Dugaan ini sejalan dengan prinsip keamanan pangan, di mana seafood beku seperti kepiting Alaska wajib dijaga dalam rantai dingin (cold chain) untuk mencegah kontaminasi bakteri berbahaya seperti Vibrio atau Salmonella.
Baca Juga: Siapa M Arief Fadillah? Identitas Pelapor Pedagang Es Gabus Viral di Depok Akhirnya Terbongkar
Lisa Mariana Minta Tanggung Jawab Penjual
Selain menuntut pertanggungjawaban pihak penjual, Lisa juga menekankan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha kuliner, khususnya seafood.
“Mohon edukasi pengusaha seafood lainnya bagaimana cara mengolah kepiting Alaska yang baik dan benar,” ucap Lisa Mariana.
Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi konsumen yang mengalami kejadian serupa. Hingga kini, Lisa menyatakan masih menunggu itikad baik dari pihak pemberi kepiting terkait tanggung jawab atas insiden tersebut.
Kasus yang dialami keluarga Lisa Mariana menegaskan bahwa keamanan pangan, terutama pada produk laut impor, bukan hal yang bisa diabaikan. Kepiting Alaska dikenal sebagai seafood premium dengan harga tinggi, namun juga memiliki risiko kesehatan jika tidak ditangani sesuai standar.
Sementara itu, kondisi ibunda Lisa Mariana masih dalam pemantauan medis. Publik pun menaruh perhatian besar pada perkembangan kasus ini, sekaligus berharap adanya kejelasan dan tanggung jawab dari pihak terkait.
