Penjual Es Kue Viral Ngaku Kapok Jualan ke Jakarta usai Dituding Pakai Gabus dan Dianiaya

Selasa 27 Jan 2026, 17:20 WIB
Penjual es kue keliling, Suderajat ditemui di rumahmua wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Penjual es kue keliling, Suderajat ditemui di rumahmua wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

BOJONGGEDE, POSKOTA.CO.ID – Penjual es kue, Suderajat, 50 tahun, mengaku kapok berjualan ke Ibu Kota setelah dagangannya dituding beracun karena disebut mengandung spons atau gabus saat berjualan di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kapoknya Suderajat lantaran ia merasa diperlakukan seperti kriminal. Ia mengaku dituduh, dipaksa mengaku menjual es berbahan gabus, hingga dipukuli oleh oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Mau dagang disini saya (di Bogor), malas ke Jakarta, kapok, tkutnya saya ditimpuk pakai batu gede,” kata Suderajat saat ditemui di rumahnya di Bojonggede, Bogor, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia mengaku hampir 30 tahun berjualan es kue dan baru kali ini mendapat perlakuan tak mengenakkan.

Baca Juga: Penjual Es Kue asal Bogor Dipaksa Akui Jual Makanan Berbahan Gabus, Kini Kapok Berjualan

Suderajat mengatakan alasan berjualan ke Jakarta karena dagangannya lebih laku dibandingkan di Bogor.

“Habis disini belum laku. Namanya Kabupaten Bogor, jarang ada yang jalan-jalan,” ucapnya.

Ke depan, Suderajat berencana beralih usaha dengan menjual gorengan di sekitar rumahnya. Namun, ia masih terkendala peralatan.

“Mau dagang goreng-gorengan, tapi gerobaknya belum ada,” kata dia.

Sebelumnya, Suderajat menceritakan peristiwa yang dialaminya saat berjualan es kue di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Januari 2026 kemarin.

Saat itu, ia dipanggil oleh anak-anak yang hendak membeli es. Namun, dagangannya justru dirusak dan dituding beracun.

“(Saya) Keliling, dipanggil. Bang, es bang. Taunya di sana dibejek-bejek sama anak-anak jangan itu ada racun,” kata Suderajat.

Tak lama kemudian, ayah dari anak-anak tersebut datang dan membeli empat potong es kue. Ia kemudian marah karena menganggap es yang dijual tidak layak konsumsi.

“Disuruh ambil esnya, terus suruh makan,” ucapnya.

Tak berselang lama, RT, RW, lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa datang ke lokasi. Suderajat mengaku dipaksa mengakui bahwa es kuenya mengandung plastik.

“Dibejek-bejek, es kuenya saya kayak kapas. Terus dilempar, es kue saya dilempar ke muka saya. Saya ditendang, semua dikepret, ditonjok,” ujar Suderajat.

Suderajat menyebut selama hampir 30 tahun berjualan di Jakarta Pusat, setiap hari ia membawa sekitar 150 potong es untuk dijual. Namun, pada hari kejadian, seluruh dagangannya rusak dan tak terjual akibat insiden tersebut. (cr-6)


Berita Terkait


News Update