“(Saya) Keliling, dipanggil. Bang, es bang. Taunya di sana dibejek-bejek sama anak-anak jangan itu ada racun,” kata Suderajat.
Tak lama kemudian, ayah dari anak-anak tersebut datang dan membeli empat potong es kue. Ia kemudian marah karena menganggap es yang dijual tidak layak konsumsi.
“Disuruh ambil esnya, terus suruh makan,” ucapnya.
Tak berselang lama, RT, RW, lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa datang ke lokasi. Suderajat mengaku dipaksa mengakui bahwa es kuenya mengandung plastik.
“Dibejek-bejek, es kuenya saya kayak kapas. Terus dilempar, es kue saya dilempar ke muka saya. Saya ditendang, semua dikepret, ditonjok,” ujar Suderajat.
Suderajat menyebut selama hampir 30 tahun berjualan di Jakarta Pusat, setiap hari ia membawa sekitar 150 potong es untuk dijual. Namun, pada hari kejadian, seluruh dagangannya rusak dan tak terjual akibat insiden tersebut. (cr-6)
