POSKOTA.CO.ID - Skema pembiayaan dengan bunga rendah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dinilai mampu membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis tanpa terbebani biaya pinjaman yang tinggi.
Namun di balik besarnya minat masyarakat terhadap fasilitas tersebut, muncul satu pertanyaan klasik yang terus berulang setiap tahun, yakni apakah pinjaman KUR BRI 2026 wajib menggunakan jaminan atau agunan.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih berada pada tahap usaha rintisan atau skala mikro, dengan keterbatasan aset yang dapat dijadikan jaminan ke perbankan.
Kondisi tersebut kerap membuat calon debitur ragu untuk mengajukan pinjaman KUR BRI, meskipun sebenarnya mereka membutuhkan tambahan modal usaha.
Di lapangan, tidak sedikit pelaku UMKM juga masih beranggapan bahwa setiap pengajuan kredit ke bank selalu identik dengan kewajiban menyerahkan sertifikat tanah, bangunan, atau BPKB kendaraan.
Persepsi ini kemudian berkembang menjadi kekhawatiran berlebihan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang belum memiliki aset bernilai tinggi atas nama pribadi.
Lantas, apakah benar pinjaman KUR BRI 2026 mewajibkan jaminan bagi seluruh debitur?
Bagaimana ketentuan resmi terkait agunan, serta apa saja syarat dan cara mendaftar KUR BRI tahun ini? Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 27 Januari 2026: Naik Lagi Jadi Rp2.600.000 per Gram
Apakah Pinjaman KUR BRI 2026 Wajib Pakai Jaminan?
Mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, pengajuan KUR dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta tidak mensyaratkan agunan tambahan.
Artinya, untuk KUR BRI dengan nominal di bawah atau sama dengan Rp100 juta, pihak perbankan dilarang mewajibkan jaminan berupa aset fisik, seperti sertifikat tanah, bangunan, atau BPKB kendaraan bermotor.
Ketentuan itu dibuat agar UMKM yang belum memiliki aset besar tetap bisa memperoleh akses permodalan.
Namun demikian, untuk pengajuan KUR dengan plafon di atas Rp100 juta, bank tetap diperbolehkan meminta agunan tambahan sebagai bentuk mitigasi risiko kredit.
Dalam praktik penyaluran KUR ini sendiri, terdapat dua istilah penting yang perlu dipahami calon debitur, yakni Agunan Pokokdan Agunan Tambahan.
Agunan Pokok adalah usaha atau kegiatan produktif yang dibiayai dari dana KUR itu sendiri.
Bank akan menilai kelayakan usaha berdasarkan beberapa aspek, seperti arus kas (cashflow), omzet, keuntungan, dan prospek bisnis ke depan. Dengan kata lain, usaha Anda menjadi jaminan utama pinjaman.
Sementara itu, Agunan Tambahan adalah aset di luar usaha, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah, bangunan, atau BPKB kendaraan.
Agunan tersebut baru diwajibkan apabila plafon pinjaman melebihi Rp100 juta atau masuk kategori KUR Kecil.
Syarat Mengajukan KUR BRI 2026
Bagi pelaku usaha yang berminat mengajukan KUR BRI, terdapat sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi.
Persyaratan ini bertujuan memastikan bahwa pinjaman benar-benar diberikan kepada usaha yang produktif dan layak. Adapun syarat utama pengajuan KUR BRI 2026 antara lain.
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki usaha produktif dan layak
- Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit)
- Memiliki identitas diri dan legalitas usaha
Dokumen yang Harus Disiapkan Calon Debitur
Selain syarat umum, calon peminjam juga perlu menyiapkan dokumen administrasi sebagai bahan verifikasi bank. Dokumen yang umumnya diminta meliputi.
- Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
- NPWP (wajib untuk pinjaman di atas Rp50 juta)
- Surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) atau surat keterangan usaha dari kelurahan
- Buku tabungan BRI (jika sudah memiliki)
- Laporan keuangan sederhana usaha (jika diminta petugas)
Khusus untuk KUR Kecil atau pinjaman dengan plafon di atas Rp50 juta, pihak bank dapat meminta agunan tambahan, seperti BPKB kendaraan atau sertifikat aset lainnya sesuai ketentuan.
Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?
Cara Mengajukan KUR BRI 2026
Proses pengajuan KUR BRI relatif mudah dan dapat dilakukan langsung di kantor layanan BRI. Berikut tahapan yang perlu dilalui calon debitur.
1. Datang ke Kantor BRI Terdekat
Pemilik usaha dapat mendatangi BRI Unit, BRI Cabang, atau Teras BRI dengan membawa seluruh dokumen persyaratan agar proses berjalan lebih cepat.
2. Konsultasi dengan Petugas Kredit
Calon debitur akan diarahkan untuk berkonsultasi dengan petugas kredit guna menentukan jenis KUR yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil usaha.
3. Mengisi Formulir Pengajuan
Setelah memilih jenis KUR, pemohon diminta mengisi formulir pengajuan secara lengkap dan jujur, serta melampirkan dokumen pendukung.
4. Survei dan Verifikasi Lapangan
Pihak BRI akan melakukan survei langsung ke lokasi usaha untuk memastikan usaha benar-benar berjalan dan memiliki potensi usaha yang layak.
5. Analisis dan Persetujuan Kredit
Berdasarkan hasil survei dan kelengkapan dokumen, bank akan melakukan analisis kelayakan kredit. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari kerja.
6. Pencairan Dana
Jika pengajuan disetujui, dana KUR akan langsung ditransfer ke rekening pemilik usaha dan dapat segera digunakan sebagai modal pengembangan usaha.
Dengan memahami aturan jaminan, syarat, serta alur pengajuan KUR BRI 2026v secara menyeluruh, pelaku UMKM tidak lagi ragu memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini sebagai penopang pertumbuhan bisnisnya.
