Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah dan Kemenag, Ini Jadwal Resmi Lengkap

Sabtu 24 Jan 2026, 17:31 WIB
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026, Begini Jadwal dan Perbedaannya. (Sumber: Freepik)

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026, Begini Jadwal dan Perbedaannya. (Sumber: Freepik)

Baca Juga: Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah 18 Februari, Kapan Keputusan Pemerintah dan NU?

Perbedaan Metode Hisab dan Rukyatul Hilal

Perbedaan penetapan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah bukanlah hal baru. Muhammadiyah secara konsisten menggunakan metode hisab, sedangkan Kemenag bersama Nahdlatul Ulama (NU) mengandalkan metode rukyatul hilal.

Metode rukyatul hilal dilakukan dengan pengamatan langsung hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Hasil pengamatan tersebut kemudian dibahas dalam Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan Hijriah secara resmi.

Meski kerap menimbulkan perbedaan, perbedaan metode ini dipandang sebagai bagian dari dinamika penetapan kalender Islam dan tetap berada dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

Jadwal Idulfitri dan Iduladha 2026 Versi Muhammadiyah

Selain awal Ramadan, Muhammadiyah juga menetapkan jadwal hari besar Islam lainnya. Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Arafah akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 H dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026. Seluruh penetapan tersebut mengacu pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Ini 4 Amalan Sarat Keutamaan yang Dianjurkan Selama Bulan Sya’ban

Potensi Perbedaan dengan Keputusan Pemerintah

Meski Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan pada 18 Februari 2026, potensi perbedaan dengan pemerintah masih terbuka. Kemenag baru akan mengumumkan awal Ramadan setelah pelaksanaan Sidang Isbat.

Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa meskipun kalender pemerintah dan beberapa ormas Islam mencantumkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026, keputusan final tetap menunggu hasil sidang tersebut.

Keputusan pemerintah nantinya akan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia yang mengikuti penetapan negara.

Dengan terbitnya maklumat Muhammadiyah ini, warga Muhammadiyah telah memiliki kepastian jadwal untuk memulai ibadah puasa Ramadan 2026. Penetapan ini diharapkan dapat membantu umat dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan lebih tenang dan terencana.


Berita Terkait


News Update