Pihaknya juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan produksi dan peredaran tembakau sintetis tersebut
Baca Juga: DPRD DKI Minta Pemprov Tambah Pompa untuk Kurangi Banjir di Jakarta Barat
“Tersangka sudah beroperasi sejak April 2024 hingga Januari 2026 dan telah menjual dengan total nilai penjualan sebesar Rp7,2 miliar,” kata Daniel. (man)
