Obrolan Warteg: Politik Bukan Tempat Cari Nafkah

Jumat 23 Jan 2026, 09:17 WIB
Obrolan Warteg tentang Sandiaga Uno mengklaim politik bukan ladang mencari uang. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan Warteg tentang Sandiaga Uno mengklaim politik bukan ladang mencari uang. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Ini pesan moral Sandiaga Uno kepada generasi penerus bangsa yang tertarik terjun ke dunia politik.

"Masuklah ke politik ketika kamu sudah bebas dari kebutuhan, agar keputusanmu lahir dari keberanian dan nurani, bukan dari ketergantungan. Karena politik seharusnya menjadi tempat mengabdi, bukan tempat mencari nafkah," katanya.

Seperti diberitakan, pesan Sandi tersebut disampaikan lewat akun X miliknya, Kamis, 22 Januari 2026.

“Keren. Pesan yang jelas, lugas dan tegas. Juga inspiratif,” ujar mas Bro mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, bung Heri dan bang Yudi.

Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya

“Saya tertarik dengan ungkapan bahwa politik seharusnya menjadi tempat untuk mengabdi, bukan tempat mencari nafkah. Menurut kalian bagaimana?” kata Yudi.

“Ya jelaslah. Menjadi politisi itu untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, memperjuangkan hak- hak rakyat tak hanya di bidang politik, juga hukum dan keadilan serta ekonominya,” jelas Heri.

“Tetapi bukankah politisi itu juga sebuah profesi seperti hanya ASN, dokter, advokat, guru, dosen, wartawan dan profesi lainnya yang tak lepas dari soal pendapatan dan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya,” jelas Yudi.

“Jadilah politisi setelah terbebas dari tuntutan kebutuhan, tahu dong maksudnya? Contohnya bang Sandi itu,” ujar mas Bro.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

“Paham Bro. Setelah tak lagi disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan hidup karena semuanya sudah lebih dari cukup, sudah mapan ekonominya, bahkan bisa berbagai rezeki dengan orang lain, boleh lah jika ingin berkiprah ke dunia politik. Itu yang saya pahami,” urai Yudi.

“Kalau sudah terbebas dari tuntutan kebutuhan, tak hanya soal ekonomi, juga yang lain-lain, bisa dipastikan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat akan lebih fokus dan efektif,” ujar mas Bro.

“Masuk logika juga. Bagaimana mau memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, jika dirinya belum makmur dan sejahtera. Idealnya kebutuhan hidupnya sudah terjamin, baru bisa memperjuangkan kebutuhan hidup orang lain,” jelas Heri.

“Tapi tak sedikit yang lebih mementingkan kebutuhan orang lain, ketimbang dirinya sendiri. Biarlah orang lain lebih dulu mendapatkan karena memang sedang membutuhkan, sedangkan dirinya sendiri belum menjadi kebutuhan yang mendesak,” urai Yudi.

“Nah, itu namanya dobel pengabdian.Memperjuangkan hak orang lain terlebih dahulu, meski hak bagi dirinya masih banyak yang perlu diperjuangkan, sementara dikesampingkan. Ini contoh nyata politik menjadi tempat pengabdian, bukan cari nafkah,” ujar mas Bro.

“Sejatinya pengabdian melekat pada semua profesi. Apa pun profesinya dituntut adanya pengabdian, setidaknya menjalankan profesinya secara baik dan benar, berlandaskan norma, etika dan moral,” kata Heri. (Joko Lestari)


Berita Terkait


News Update