Skema pembayaran PayLater yang mengusung konsep cicilan membantu masyarakat lebih mudah mengatur arus kas, terutama saat pengeluaran bulanan lainnya cukup tinggi.
4. Membantu membangun skor kredit
Apabila masyarakat membayar tagihan PayLater tepat waktu sesuai batas waktu yang sudah ditentukan, maka itu bisa membantu membangun skor kredit masyarakat.
Risiko Pemakaian PayLater
Dikutip dari website resmi DJKN Kemenkeu, berikut ini beberapa risiko menggunakan PayLater yang mengintai pengguna.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan per Gram Stabil Hari Ini 23 Januari 2026, Beli Sekarang?
1. Pengaturan keuangan terganggu
Kemudahan dan kepraktisan fitur PayLater membuat banyak orang tertarik untuk menggunakannya. Hal ini tanpa sadar kerap menjadi penyebab terganggunya pengaturan keuangan pribadi karena adanya cicilan yang harus dibayar.
2. Ada biaya yang tidak disadari
Ketika menggunakan PayLater, pengguna seringkali tidak menyadari ada biaya lain yang ikut dikenakan, seperti biaya layanan, biaya penanganan, biaya cicilan, dan lainnya.
3. Perilaku konsumtif berlebih
Penggunaan PayLater terus menerus tanpa terkontrol dapat menimbulkan dorongan belanja yang impulsif.
4. Peretasan identitas
Risiko lainnya yang juga bisa mengintai pengguna PayLater tanpa disadari adalah peretasan atau pencurian identitas, meskipun sebenarnya sudah ada keamanan dari pihak platform.
Tips Menggunakan Dana PayLater
Bagi masyarakat yang masih tetap ingin menggunakan PayLater sebagai metode pembayaran, maka bisa mengikuti sejumlah tips di bawah ini untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.
- Belanja sesuai kebutuhan.
- Perhatikan biaya keterlambatan
- Batasi nilai pinjaman
- Buat Anggaran Belanja
- Hindari Penggunaan Berlebihan
- Evaluasi Secara Berkala
