Penerapan Solar B40 dan Tantangan Baru di Mesin Diesel Industri

Kamis 22 Jan 2026, 19:38 WIB
Penerapan solar B40 membawa tantangan baru bagi mesin diesel industri. (Sumber: Dok. Wahana Artha Makmur)

Penerapan solar B40 membawa tantangan baru bagi mesin diesel industri. (Sumber: Dok. Wahana Artha Makmur)

Risiko ini menjadi perhatian serius di sektor logistik, pertambangan, perkapalan, penggunaan genset, serta industri yang bergantung pada keandalan mesin diesel.

Adaptasi Pengelolaan Bahan Bakar di Era Solar B40

Meluasnya penggunaan solar B40 menuntut perubahan pendekatan dalam pengelolaan bahan bakar. Sistem penyimpanan, perawatan tangki, serta pengawasan kualitas bahan bakar menjadi aspek penting untuk mencegah gangguan operasional.

Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan di sektor industri adalah penggunaan additive bahan bakar yang dirancang untuk membantu menjaga stabilitas solar B40 selama penyimpanan dan pemakaian.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap karakter biodiesel yang lebih tinggi, khususnya dalam jangka panjang.

Baca Juga: JKONE Owners Club Indonesia Resmi Berdiri, Indomobil Perkuat Ekosistem Komunitas Jeep

Peran Additive dalam Menjaga Stabilitas Solar B40

Additive solar B40 umumnya diformulasikan untuk membantu mengurangi kecenderungan terbentuknya endapan, menjaga kebersihan sistem bahan bakar, serta mendukung kelancaran aliran solar ke ruang bakar.

Pendekatan ini ditujukan untuk meminimalkan problem solar B40 tanpa menambah kompleksitas perawatan mesin diesel.

Salah satu additive yang dikembangkan di dalam negeri adalah Verdeen Industrial Diesel. Produk ini dirancang dengan pendekatan green chemistry, mengedepankan keseimbangan antara performa teknis, keamanan komponen mesin, serta dampak terhadap lingkungan.

Sebagai additive pendukung, formulasi berbasis bio-natural yang digunakan ditujukan agar tidak bersifat agresif terhadap sistem bahan bakar, sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang pada mesin diesel berbasis solar B40.

Menjaga Keandalan Mesin Diesel di Tengah Transisi Energi

Secara umum, penggunaan additive solar B40 diarahkan untuk membantu menekan risiko sludge dan slime, menjaga kelancaran aliran bahan bakar, mengurangi potensi penyumbatan filter, serta mendukung proses pembakaran yang lebih stabil.

Pendekatan ini relevan untuk berbagai aplikasi, mulai dari kendaraan logistik, alat berat, kapal, genset, hingga mesin industri.

Bagi pelaku industri, stabilitas bahan bakar menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga efisiensi operasional. Pengelolaan solar B40 yang tepat, termasuk pemilihan additive yang sesuai, dinilai dapat membantu menekan risiko gangguan mesin akibat perubahan karakter bahan bakar.


Berita Terkait


News Update