POSKOTA.CO.ID - Membeli mobil bekas masih menjadi pilihan yang diiringi rasa waswas bagi sebagian masyarakat. Kekhawatiran terhadap kondisi kendaraan, proses transaksi yang dinilai rumit, hingga potensi penipuan kerap membuat calon pembeli ragu untuk melangkah.
Jika salah memilih, kerugian bisa muncul dalam bentuk biaya tambahan. Mulai dari servis lanjutan, penggantian suku cadang, hingga perbaikan mesin yang tidak terdeteksi di awal pembelian.
Situasi inilah yang membuat konsumen dituntut lebih teliti sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar menilai ketakutan tersebut dapat diminimalkan jika pembelian dilakukan di tempat yang memiliki tenaga ahli dan sistem pemeriksaan yang jelas.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
“Pelanggan tidak perlu takut selama mereka membeli mobil bekas di tempat yang sudah punya tenaga ahli. Keahlian dan transparansi menjadi faktor penting agar pembelian mobil bekas dapat berjalan aman dan sesuai harapan,” ujarnya.
Langkah Penting agar Tak Salah Pilih Mobil Bekas
Untuk memastikan pembelian mobil bekas berjalan dengan baik, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
- Menyiapkan budget serta melakukan riset harga pasaran mobil bekas supaya memiliki data yang akurat dan dapat membantu menyaring pilihan dari banyaknya mobil yang tersedia.
- Cek kondisi eksterior dan seluruh bagian mobil untuk memastikan mobil masih dalam kondisi yang sangat baik untuk digunakan. Seperti bagian bodi mobil, ban, dan lampu-lampu.
- Memastikan kelengkapan berkas kendaraan untuk memastikan kelegalitasan kendaraan itu seperti memeriksa nomor plat, nomor mesin, nomor rangka, faktur pembelian, status pembayaran pajak, dan yang pastinya dokumen BPKB dan STNK dari mobil tersebut.
- Jangan lupa lakukan test drive untuk mendapatkan pengalaman dan merasakan performa mesin dan suspensi, serta handling mobil tersebut saat dijalankan.
Dengan memperhatikan tahapan tersebut, risiko membeli mobil bekas bermasalah dapat ditekan.
Konsumen pun diharapkan lebih percaya diri dan rasional dalam mengambil keputusan, sehingga mobil bekas yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan kondisi yang diharapkan.
