JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aktivitas para pedagang daging di Pasar Cakung, Jakarta Timur mendadak lumpuh pada Kamis, 22 Januari 2026.
Seluruh kios daging di lokasi ini tutup akibat aksi mogok yang dilakukan para pedagang imbas kenaikan harga daging sapi yang dinilai memberatkan.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, tampak deretan kios yang biasa berjualan daging tertutup rapat. Dari puluhan kios yang ada, hanya ada satu yang masih buka.
Seorang pedagang tersebut tampak hanya mencincang daging, tanpa satu pun pembeli mendekat.
Baca Juga: Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan 3 Hari, Dinas KPKP Jakarta Pastikan Stok Aman
Pedagang Daging di Pasar Cakung Mogok Jualan Mulai Hari Ini
Petugas keamanan Pasar Cakung, Zainudin, membenarkan bahwa penutupan kios daging baru terjadi hari ini.
“Baru hari ini. Per hari ini tutup,” ujar Zainudin saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, jam operasional normal kios daging di Pasar Cakung biasanya dimulai sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi, paling lambat pukul 07.00 WIB. Namun, hari ini seluruh kios memilih tidak berjualan.
“Tutup semua untuk hari ini. Katanya mereka rencananya tiga hari, tapi mudah-mudahan hari ini clear, besok-besok bisa dagang lagi,” katanya.
Baca Juga: Oscar Darmawan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Metro Jaya Telusuri Akun Anonim
Zainudin menyebutkan, di Pasar Cakung terdapat total 22 kios daging. Seluruh kios tersebut kini serentak menutup lapak sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga.
“Kita di sini ada 22 kios daging. Nyampur, ada daging sapi, ayam fillet, ikan juga. Tapi hari ini sudah full tutup, direncanakan sampai Sabtu,” ungkapnya.
Aksi mogok ini dipicu oleh kenaikan harga daging yang dinilai tidak sebanding dengan daya beli masyarakat. Ia berharap persoalan harga dapat segera diselesaikan agar para pedagang bisa kembali beroperasi secepatnya.
“Itu kenaikan harga aja. Mudah-mudahan mereka dapat hasil hari ini, ada perubahan harga, mungkin besok bisa operasi lagi. Harapan kita sih besok harus operasi karena kan masyarakat juga berdampak,” kata dia.
Baca Juga: Sebuah Gedung Tempat Tinggal Pekerja Bangunan di Cimanggis Depok Ludes Terbakar
Zainudin mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kenaikan harga daging tidak hanya memukul pedagang, tetapi juga konsumen kecil dan pelaku usaha makanan seperti pedagang bakso.
“Kita prihatin juga karena tiap hari sama mereka. Konsumen-konsumen yang beli eceran kasihan, pedagang bakso, pedagang daging juga. Keadaan ekonomi lagi pailit begini ditambah lagi begini, kasihan buat mereka,” ujarnya. (cr-4)
