Harga Daging Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Pasar Cakung Mogok Jualan

Kamis 22 Jan 2026, 20:45 WIB
Pedagang daging sapi di Pasar Cakung, Jakarta Timur, Suryadi mencincang barang jualannya, Kamis, 22 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Pedagang daging sapi di Pasar Cakung, Jakarta Timur, Suryadi mencincang barang jualannya, Kamis, 22 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang daging di Pasar Cakung, Jakarta Timur, mogok berjualan imbas harga bahan pangan yang bertambah mahal.

Aktivitas perdagangan di pasar tersebut praktis lumpuh. Deretan kios daging tampak tertutup rapat sejak Kamis, hanya satu lapak masih buka meski tidak ada aktivitas niaga.

Pedagang bernama Suryadi, 57 tahun, menjelaskan, harga daging bertambah mahal dirasakan sejak pertengahan 2025 dan masih berlangsung.

“Harganya banyak lagi naiknya,” kata Suryadi kepada Poskota di lokasi, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya

Suryadi menyebutkan, aksi mogok tidak hanya terjadi di Pasar Cakung, tetapi juga di sejumlah pasar lain seperti Pasar Senen dan Cempaka Putih.

Pemilik Warung Makan hingga Bakso Berkeluh

Suryadi biasa mengambil pasokan daging sekitar dua kuintal sekali ambil, dengan modal mencapai hampir Rp20 juta.

Pasokan itu ia peroleh dari berbagai rumah potong hewan dan gudang penyimpanan di kawasan Jakarta dan sekitarnya, mulai dari Pulau Gadung, Cilincing, PIK, Cikarang, dan Kranji.

Daging tersebut kemudian ia didistribusikan ke sejumlah pasar di wilayah Kranji, Cakung, dan Ujung Menteng. Namun, ia kini hanya memotong daging untuk stok dan tidak berniat berjualan.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

“Warung-warung, tukang bakso, pada ngeluh semua,” ujar dia.

Menurutnya, harga daging impor yang semula Rp85 ribu per kg menjadi Rp97 ribu per kg hingga Rp100 ribu per kg.

Lonjakan harga tersebut membuat para pedagang kesulitan menjual daging ke warung makan dan pedagang bakso.

“Merangkak dikit-dikit, dua ribu, dua ribu. Kadang pagi naik, sore naik lagi kalau kita order,” ujarnya.

Harga jual ke masyarakat pun terpaksa ditambah hingga Rp105 ribu sampai Rp110 ribu per kg meski tidak seragam di setiap pasar.

Menurutnya, harga daging impor yang mahal otomatis mendorong nilai lokal juga ikut bertambah.

Baca Juga: Imbas Aksi Mogok Dagang Daging Sapi, Pedagang Bakso di Cakung Beralih Jualan Bakso Ayam

“Kalau impor naik, lokal ikut naik. Kalau nanti impor turun, lokal juga ikut turun. Mereka selalu beriringan,” kata dia.

Penyebab Harga Daging Makin Mahal

Ia menduga, mahalnya harga daging saat ini tidak lepas dari dugaan adanya praktik monopoli dalam tata niaga impor.

Menurut Suryadi, distribusi impor dikuasai segelintir pihak sehingga harga bisa dikendalikan sepihak.

“Ada monopoli, karena harganya itu tinggi sekarang. Sistem impor diserahkan ke beberapa orang, akhirnya satu orang yang kuasa harga, semena-mena ngasih harga,” ucapnya.

Baca Juga: Kenaikan Harga Picu Mogok Pedagang, Seluruh Kios Daging Sapi Pasar Cakung Tutup

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menertibkan tata niaga daging, khususnya jelang bulan Ramadan.

“Disurveylah ke Priok, ada apa di sana. Kok monopoli banget,” ujar dia.

Saat ini, seluruh kios daging di Pasar Cakung masih tutup. Para pedagang menunggu kepastian penurunan harga sebelum kembali membuka lapak, sedangkan masyarakat terpaksa menunda pembelian daging di tengah kebutuhan yang terus meningkat. (cr-4)


Berita Terkait


News Update