Selain itu, ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah seperti Iran, turut memicu kenaikan harga minyak dunia. Situasi ini berdampak pada tekanan tambahan terhadap nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Pelemahan Rupiah
Faktor Internal Jadi Sorotan Investor
Dari sisi domestik, Purbaya mengakui adanya sentimen negatif yang muncul akibat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Defisit fiskal yang melebar dinilai menjadi perhatian investor karena memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pengelolaan keuangan negara.
Belanja negara yang dinilai tinggi tidak diimbangi dengan penerimaan yang kuat turut memperkuat persepsi negatif pasar. Selain itu, peningkatan utang pemerintah juga disebut berpotensi menekan kondisi fiskal dan mengurangi ruang pembangunan ke depan.
Purbaya menegaskan bahwa akumulasi utang yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat kinerja fiskal dan menjadi faktor yang memengaruhi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.
