Thomas Djiwandono menempuh pendidikan S1 bidang sejarah di Haverford College Pennysylavania yang kemudian melanjutkan studi masternya di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional John Hopkins University.
Selanjutnya, Tommy sempat menempuh pendidikan di School of Advanced Internasional Studies, Washington DC.
Karir Thomas Djiwandono
Kariernya bermula saat dia menjadi wartawan pada 1993, lalu dia menekuni profesi sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong pada 2006.
Selanjutnya dia pindah ke perusahaan milik pamannya Hashim Djojohadikusumo di Arsari Group dan menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group yang bergerak di agribisnis.
Sementara pada dunia politik, Tommy bergabung di Partai Gerindra. Tommy tercatat pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat, dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Ia pun dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo dan tugasnya dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya Berikan Dukungan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa lalu memberikan dukungan dan menyatakan bahwa rotasi jabatan adalah hal yang wajar.
Ia menegaskan siapa pun sosok yang menjabat sebagai Deputi Gubernur BI wajib tunduk pada indepedensi.
“Begitu masuk BI, tidak ada lagi urusan kementerian atau hubungan keluarga. Semua kebijakan harus berbasis data, stabilitas ekonomi, dan mandat undang-undang,” katanya.
Purbaya mengaku mendukung Thomas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Sudah di fiskal sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," ucap Purbaya.
