Nama Honda UC3 Muncul di PDKI, Motor Listrik Baru Segera Masuk RI?

Selasa 20 Jan 2026, 15:17 WIB
Ilustrasi motor listrik Honda UC3 yang debut di Thailad.. (Sumber: Honda)

Ilustrasi motor listrik Honda UC3 yang debut di Thailad.. (Sumber: Honda)

POSKOTA.CO.ID - Honda kembali memperluas langkahnya di segmen kendaraan listrik roda dua dengan menghadirkan Honda UC3, motor listrik terbaru yang resmi melakukan debut perdana di Thailand pada 9 Januari 2025.

Model ini juga dipastikan akan dipasarkan di Vietnam, menandai fokus Honda terhadap mobilitas ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Menariknya, jejak Honda UC3 juga terpantau di Indonesia. Nama dan merek motor listrik tersebut telah tercatat dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) dengan nomor registrasi IDM001340781, atas nama Honda Motor Co., Ltd yang berbasis di Tokyo, Jepang.

Pendaftaran ini memunculkan spekulasi bahwa UC3 berpeluang masuk pasar nasional.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Honda UC3 dikembangkan sebagai motor listrik dengan baterai tanam yang diklaim setara motor konvensional bermesin 110 cc. Model ini difokuskan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, dengan mengedepankan aspek kualitas serta standar keselamatan yang menjadi ciri khas Honda.

Dari sisi teknis, Honda UC3 mengandalkan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang menawarkan daya jelajah hingga 122 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.

Di Thailand, motor listrik ini dipasarkan dengan banderol 132.600 Baht atau sekira Rp71,1 juta.

Honda Tetap Kembangkan Motor Listrik Meski Tanpa Insentif

Ilustrasi motor listrik Honda. (Sumber: Honda)

Pemerintah Indonesia belum memastikan pemberian insentif pembelian motor listrik. Apabila Honda UC3 benar-benar dipasarkan di Indonesia, aspek harga diprediksi menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

Kondisi tersebut membuat produsen harus menyusun strategi harga yang lebih matang.


Berita Terkait


News Update