DBD Meningkat di Jakarta, Puskesmas Jatinegara Tangani 7 Pasien

Selasa 20 Jan 2026, 14:19 WIB
Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD). (Freepik/jcomp)

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD). (Freepik/jcomp)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta terus menunjukkan tren peningkatan seiring tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur sejumlah wilayah, khususnya kawasan yang kerap mengalami genangan air. 

Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor utama meningkatnya perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penular DBD.

Kepala Puskesmas Jatinegara, Adit Galatama mengungkapkan bahwa sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, pihaknya telah menangani sedikitnya tujuh pasien yang terdiagnosis DBD.

"Pasien DBD Desember 2025 hingga Januari 2026 ada 7 orang," ucap Adit kepada Poskota pada Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Menurut Adit, gejala DBD yang paling umum ditemui pada pasien antara lain demam tinggi secara mendadak, mual dan muntah. 

"Untuk gejalanya yang paling umum demam tinggi, mual muntah dan ada gejala perdarahan," ujar Adit. 

Dalam penanganan pasien dengan dugaan DBD, Adit menerapkan prosedur observasi klinis secara bertahap. 

Dia menjelaskan, ketika ditemukan pasien dengan kecurigaan DBD, tenaga medis akan terlebih dahulu memantau kondisi klinis pasien, termasuk melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar trombosit.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

“Misalkan untuk kasus anak, trombosit masih di atas 100 ribu, tapi ada gejala low intake atau muntah berlebih, biasanya langsung kita rujuk. Sambil menunggu proses rujukan, pasien bisa kita observasi dulu di layanan atau ruang tindakan,” ungkap Adit.

Adit mengatakan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan trombosit masih di atas 100 ribu, pihak puskesmas akan merencanakan pemeriksaan darah ulang untuk memastikan tren penurunan atau perbaikan. 

"Kalau trombosit nya masih di atas 100 ribu, kita rencanakan untuk periksa darah ulang, jika dibawah 100 ribu, dirujuk," pungkasnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update